Dekat ke Depan Doang, Alasan Klasik Orang Malas Pakai Helm

Kompas.com - 07/01/2021, 14:49 WIB
Pengendara sepeda motor di bawah umur dan tak pakai helm. Roderick Adrian MosesPengendara sepeda motor di bawah umur dan tak pakai helm.

JAKARTA, KOMPAS.com – Kejadian pengendara motor tidak memakai helm masih saja terlihat di jalanan. Mereka beralasan karena jarak yang dekat, merasa akan aman-aman saja sehingga tidak mengenakan helm.

Padahal bahaya di jalanan bisa datang dari mana saja dan tidak diduga. Jika mereka terlibat kecelakaan tanpa mengenakan helm atau riding gear, tentunya risiko cedera yang dialami akan lebih parah, bahkan bisa meninggal dunia.

Head of Safety Riding Promotion Wahana Agus Sani mengatakan, alasan pengendara motor di Indonesia yang kerap menyepelekan keselamatan adalah karena kurangnya pendidikan tentang keselamatan berkendara.

Baca juga: Geber Mobil Listrik, Baterai Hyundai Ioniq Wagub Jabar Sisa 3 Persen

Video viral seorang personil Satlantas Bener Meriah, Aceh menghadapi perempuan yang marah ketika ditegur karena tidak mengenakan helm, Rabu (25/11/2020).Dok. ISTIMEWA Video viral seorang personil Satlantas Bener Meriah, Aceh menghadapi perempuan yang marah ketika ditegur karena tidak mengenakan helm, Rabu (25/11/2020).

“Selain itu, pemahaman akan risiko yang fatal jika mengendarai motor tanpa helm juga masih kurang. Padahal banyak potensi bahaya di jalan raya yang sewaktu-waktu bisa terjadi pada pengendara,” ucap Agus kepada Kompas.com, Kamis (7/1/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Agus mengatakan, untuk meningkatkan kesadaran pengendara ini bisa dilakukan dengan pendidikan keselamatan berkendara saat usia dini dan dilakukan di sekolah. Dengan ini, harapannya semua orang mempunyai kesadaran mengendarai motor yang aman.

“Jika dilakukan sejak dini, proses belajar akan mudah diterima dan diingat, apalagi jika belum memiliki kemampuan berkendara. Berbeda dengan yang sudah bisa mengendarai motor, terkadang agak ngeyel, apalagi kalau belum punya pengalaman kecelakaan,” ucapnya.

Baca juga: Cuci Gudang, Diskon MPV Murah Tembus Rp 70 Juta di Awal 2021

Agus mengatakan, kalau di Honda, edukasi safety riding sudah mulai dilakukan sejak TK. Mereka diberikan edukasi rambu-rambu dan cara menyeberang jalan serta berboncengan.

“Jadi ketika mau naik motor, harapannya anak TK tadi meminta ke orang tuanya untuk dipakaikan helm,” ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.