Bahaya Melibas Jalanan yang Tergenang Air dengan Kecepatan Tinggi

Kompas.com - 01/01/2021, 10:21 WIB
Ilustrasi berkendara saat hujan federaloil.co.idIlustrasi berkendara saat hujan
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Musim hujan yang diprediksi masih terjadi di awal 2021 membuat pengendara kendaraan bermotor, baik roda dua maupun roda empat harus ekstra hati-hati.

Salah satu yang perlu diperhatikan saat berkendara dalam kondisi hujan adalah kecepatan kendaraan.

Terutama ketika melaju di jalanan yang masih basah atau pun tergenang air. Selama ini, masih banyak pengendara yang justru meningkatkan kecepatan kendaraannya ketika melibas genangan air.

Padahal, perilaku tersebut cukup berbahaya karena bisa menyebabkan kendaraan kehilangan kestabilan hingga membuat kendaraan tergelincir atau mengalami gejala aquaplaning.

Baca juga: Alternatif Bayar Pajak Kendaraan Bagi Warga DKI Selain di Samsat Induk

Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng Oke Desiyanto mengatakan, ketika berkendara di jalanan yang tergenang sebaiknya mengurangi kecepatan kendaraan.

Aquaplaningwww.tirendo.nl Aquaplaning

Hal ini bertujuan agar ban bisa mendapatkan waktu untuk membelah air sehingga ban tidak kehilangan daya cengkeramannya.

“Berkendara dengan kecepatan rendah saat melewati genangan sehingga memberi waktu ban itu bisa membelah air dan mengalirkan air keluar jalur ban,” ujar Oke kepada Kompas.com, Jumat (1/1/2021).

Oke menambahkan, saat melintasi jalan yang masih tergenang gunakan gerakan lembut dan teratur, tetap dengan kecepatan rendah.

Baca juga: Ini Syarat dan Alur Pajak Kendaraan Bermotor Lima Tahunan

“Untuk melalui jalanan basah agar ban tidak mudah kehilangan grip karena licin. Periksa juga tekanan ban motor, pastikan sesuai dengan standar agar alur ban berfungsi untuk membelah dan mengalirkan air sempurna,” katanya.

Aquaplaningyoutube.com Aquaplaning

Perlu dipahami, kata Oke, ketika hujan dan setelah hujan menyebabkan kondisi permukaan ban dan aspal dilapisi oleh air.

Kondisi ini menyebabkan, daya cengkraman ban ke aspal menjadi tidak sempurna dibandingkan saat kering.

“Terlebih saat melewati genangan, bisa menyebabkan permukaan ban naik ke atas permukaan air,” ucapnya.

Baca juga: Bayar Pajak Kendaraan Bisa Dilakukan Sebelum Tanggal Jatuh Tempo?

On Vehicle Test (OVT) Manager Zulpata Zainal mengatakan, untuk menghindari terjadinya gejala hydroplaning adalah dengan mengurangi kecepatan kendaraan ketika melibas jalan basah.

“Tidak ada trik untuk menghindari terjadinya aquaplaning. Agar tidak mengalaminya, jangan memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi saat melibas genangan air,” kata Zulpata.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X