Truk ODOL Bikin Bengkak Biaya Pemeliharaan Jalan Tol Jakarta-Cikampek

Kompas.com - 16/12/2020, 07:02 WIB
Razia ODOL di Tol Jakarta-Cikampek jelang Nataru 2020-2021 Jasa MargaRazia ODOL di Tol Jakarta-Cikampek jelang Nataru 2020-2021
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil menjaring puluhan truk overdimension overloading (ODOL) dalam razia yang dihelat di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Senin (14/12/2020).

Adapun razia tersebut digelar bersama jajaran Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Korlantas Polri, BPTD, dan Dishub Jawa Barat dalam rangka penindakan jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad Widiyatmiko Nursejati mengatakan, operasi ODOL adalah agenda rutin dalam program Jasa Marga yang dilakukan setiap bulan. Hanya saja, dalam penerapan kemarin dilakukan dengan metode yang beda.

"Digelar dengan pola penindakan baru, yaitu dengan melakukan proses transfer muatan dan penahanan perjalanan bagi kendaraan yang melanggar," kata Widiyatmiko dalam keterangan resmi Jasa Marga, Selasa (15/12/2020).

Baca juga: Truk ODOL Bakal Dicegat di Tol dan Pelabuhan Saat Libur Panjang

Perbaikan jembatan di Jalan Tol arah Cikampek KM 41Jasa marga Perbaikan jembatan di Jalan Tol arah Cikampek KM 41

Lebih lanjut, Widiyatmiko menegaskan bahwa pelanggaran kendaraan ODOL di jalan tol masih tinggi. Pada 2016 jumlahnya mencapai 61 persen, naik pada 2017 hingga 68 persen, 44 persen pada 2018, 39 persen pada 2019, dan hingga Maret 2020 jumlahnya kembali naik mencapai 47 persen.

Berdasarkan catatan Jasa Marga, kendaraan non-golongan I yang melintas di Jalan Tol Jakarta-Cikampak hanya 18,23 persen, tetapi dari data hingga Oktober 2020, kecelakaan yang melibatkan kendaraan angkutan barang mencapai 56 persen. Faktor utamanya dikarenakan truk ODOL.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by PT Jasa Marga (Persero) Tbk (@official.jasamarga)

Tak hanya itu, dalam keterangan resminya, Jasa Marga juga menyebutkan bahwa keberadaan truk ODOL sangat berdampak pada membengkaknya biaya pemeliharaan jalan tol.

Berdasarkan kajian Jasa Marga dan konsultan independen, pada Jalan Tol Jakarta-Cikampek, tingginya frekuensi kendaraan ODOL pada 2017-2018 telah menyebabkan kenaikan prognosis biaya pemeliharaan makro dalam periode tahun 2017–2022 mencapai 3,1 persen atau senilai Rp 349 miliar, serta biaya pemeliharaan preventif sebesar 6,2 persen atau sebesar Rp 140 miliar dibanding kondisi normal (MST 10 ton).

Baca juga: Puluhan Truk ODOL Terjaring Razia di Tol Jakarta-Cikampek

Kendaraan angkutan barang saat melintasi WIM di gerbang tol Cilegon BaratIstimewa Kendaraan angkutan barang saat melintasi WIM di gerbang tol Cilegon Barat

"Selain menggelar operasi penindakan, Jasa Marga juga telah melakukan inovasi meningkatkan pengawasan dan menekan angka kecelakaan akibat ODOL, yaitu dengan memasang alat Weigh in Motion (WIM) di beberapa jembatan di jalan tol untuk mengawasi beban kendaraan yang melintas secara real time dan dilakukan penindakan," ucap Widiyatmiko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X