Bertemu Geng Motor Ugal-ugalan di Jalan Raya, Tegur atau Hindari?

Kompas.com - 06/12/2020, 13:05 WIB
viral video komunitas motor ugal-ugalan instagram.com/dashcamindonesiaviral video komunitas motor ugal-ugalan

JAKARTA, KOMPAS.com - Berkendara dengan beriringan atau konvoi merupakan hal yang menyenangkan untuk dilakukan terutama bagi pengendara motor. Namun, masih ada saja beberapa oknum yang egois dan mengganggu jalannya lalu lintas bahkan bisa membahayakan pengendara disekitarnya.

Salah satu contoh seperti video yang baru saja viral setelah di unggah oleh akun @dashcamindonesia. Dalam video berdurasi 30 detik tersebut memperlihatkan beberapa pengendara motor yang berkendara secara ugal-ugalan di jalan raya.

Baca juga: Usai Operasi Ketiga, Marquez Diprediksi Sembuh Lebih Cepat

Hal tersebut tentu tidak sepatutnya di lakukan, sebab bisa memacu amarah pengguna jalan lainnya hingga menimbulkan kecelakaan. Lantas bagaimana jika kita dihadapkan dengan situasi seperti itu, tegur atau hindari?

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Dashcam Indonesia (@dashcamindonesia)

Training Director Safety Defensive Consultant Sony Susmana mengingatkan, prinsip keselamatan dalah menjauhi hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan.

“Dalam video tersebut, jelas bahwa ada satu atau lebih gerombolan yg berperilaku ugal-ugalan atau agresif. Yang harus dilakukan oleh pengemudi lainnya adalah segera jauhi. Tidak dengan menyusul tapi melambat,” ujar Sony saat dihubungi Kompas.com, Minggu (6/12/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Jangan Sembarang Gunakan Sarung Penutup Bodi Mobil

Sony melanjutkan, jika mengalami kondisi tersebut sebaiknya tidak perlu menegur, sebab sesama pengemudi tidak punya otoritas tersebut.

“Salah-salah bisa bertengkar nanti. Jadi jangan terpancing atau terprovokasi karena kita pun bisa terbawa arus. Bahaya!,” kata Sony.

Menurut Sony, mereka yang bersikap ugal-ugalan hanya mempermalukan diri dan komunitasnya dimuka umum, serta membahayakan pihak lainnya.

“Kejadian tersebut sangat disayangkan. Tidak perlu cari perhatian, karena tidak akan ada yang simpatik juga dengan kelakukannya. Intinya hindari, biarkan petugas yang meninda supaya tidak menimbulkan korban luka,” ucapnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.