Thailand Kasih Kupon Rp 46 Juta Untuk Tukar Tambah Mobil Listrik

Kompas.com - 01/12/2020, 08:22 WIB
iQ Electric Vehicle (EV) milik Toyota. Carscoops.comiQ Electric Vehicle (EV) milik Toyota.

JAKARTA, KOMPAS.comThailand berencana memperkenalkan skema tukar tambah untuk merangsang penjualan mobil baru. Skema ini sebelumnya sudah digaungkan sejak Agustus 2020, saat industri otomotif mulai terkena dampak signifikan karena pandemi Covid-19.

Suriya Jungrungreangkit, Menteri Perindustrian Thailand, mengatakan, pihaknya belum menentukan apakah program tukar tambah ini akan terbuka untuk semua jenis mobil atau hanya fokus pada kendaraan listrik (EV).

“EV akan menjadi mobil masa depan. Masih terlalu dini untuk menceritakan skema itu sekarang,” ujar Suriya, dilansir dari Bangkok Post (30/11/2020).

Baca juga: Video Viral Adu Banteng Ambulans Vs Sepeda Motor, Siapa yang Salah?

Ilustrasi pameran otomotif, Bangkok International Motor Show.bangkokpost.com Ilustrasi pameran otomotif, Bangkok International Motor Show.

Lewat skema ini, pembeli mobil individu akan mendapatkan kupon senilai 100.000 baht atau setara Rp 46,7 juta untuk menukar mobil lamanya dengan mobil baru.

Menurut Suriya, skema tukar tambah ini dapat menguntungkan industri otomotif dan industri terkait. Pemilik nantinya dapat menggunakan kupon tersebut untuk mengurangi pajak pendapatan.

Sebelumnya, Bangkok Post juga melaporkan bahwa pemerintah Thailand sedang gencar mempromosikan kendaraan listrik untuk membantu mengurangi polutan udara, terutama partikel debu halus PM2.5 yang lebih banyak dikeluarkan mobil dengan mesin bakar internal.

Baca juga: Bocoran Transformasi Mazda, Mulai Elektrifikasi Sampai Model Baru

Ilustrasi suasana jalan di Bangkok, Thailandthaivisa.com Ilustrasi suasana jalan di Bangkok, Thailand

Oleh sebab itu, Kementerian Perindustrian Thailand terus mendorong dan membahas skema tersebut dengan sejumlah pihak terkait. Diharapkan skema ini bisa segera lahir pada akhir 2020.

Rencananya, Thailand akan meningkatkan produksi kendaraan listrik sampai 30 persen dari total produksi otomotif pada 2030.

Untuk diketahui, saat ini dalam setahun Negeri Gajah Putih bisa memproduksi sekitar 2,5 juta unit mobil. Artinya, 10 tahun lagi produksi mobil listrik di Thailand ditargetkan mencapai 750.000 unit per tahun.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X