Ada Pelabuhan Patimban, Gaikindo Berharap Bisa Genjot Ekspor Otomotif

Kompas.com - 01/12/2020, 07:02 WIB
Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah. KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZESMobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia ( Gaikindo) menyambut baik rencana pengoperasian Pelabuhan Patimban pada kuartal IV/2020 guna mendorong peningkatan kinerja ekspor otomotif.

Pasalnya, proyek jangka menengah yang terletak di Subang, Jawa Barat tersebut berada di wilayah strategis khususnya dengan pusat sektor otomotif nasional serta bermuatan besar (218.00 CBU dan 250.00 TEUs kontainer per tahun).

"Bila melihat lokasinya, memang lebih dekat dibandingkan pelabuhan Tanjung Priuk. Sehingga, angkutan baik dari maupun ke pelabuhan tidak perlu memasuki wilayah Jakarta lagi," kata Jongkie D Sugiarto, Ketua I Gaikindo saat dihubungi, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Pelabuhan Patimban, Modal Baru Industri Otomotif Tanah Air

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia diparkir di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Hanya saja, jika akses masuk dan keluar pelabuhan (via darat) tidak memadai untuk angkutan menengah hingga besar, maka nilai tambah yang diharapkan tidak berdampak signifikan.

Apalagi koridor jalan tol Cipali yaitu di Subang, Majalengka, Sumedang, sampai Cirebon yang menghubungkan ke pelabuhan baru mulai konstruksi pada 2022 dan ditargetkan bisa beroperasi pada 2024.

"Ini yang perlu diperhatikan, tidak hanya pelabuhannya saja. Faktor pendukung lain perlu didorong juga misalkan akses jalan di wilayah terkait sehingga tak terjadi bottleneck," ucap Jongkie.

Di samping itu, lanjut dia, harus ada keselarasan informasi antara Pelabuhan Patimban dan Pelabuhan Tanjung Priuk guna menghindari beragam potensi masalah pendataan yang terjadi di masa mendatang.

Baca juga: SIM Hilang Tak Perlu Bikin Baru Lagi, Ini Syaratnya

Tol Akses Pelabuhan PatimbanKementerian PUPR Tol Akses Pelabuhan Patimban

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebut bahwa pengoperasian Pelabuhan Patimban mampu membuka celah baru untuk industri otomotif nasional.

Melalui pelabuhan ini, berdasarkan hasil kajian pihaknya bersama Gaikindo, ekspor kendaraan ke Amerika Latin, Amerika Utara, sampai Afrika bisa meningkat.

“Gaikindo memproyeksikan potensi ekspor kendaraan pada 2025 akan mencapai 1 juta unit, untuk tipe CBU yang akan menggunakan Pelabuhan Patimban dalam pengirimannya,” ujar dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X