Begini Tips Engine Brake pada Mobil Transmisi Matik

Kompas.com - 19/11/2020, 13:22 WIB
Honda Civic Hatchback RS KOMPAS.COM/STANLY RAVELHonda Civic Hatchback RS
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Piranti pengereman merupakan sistem yang tak terpisahkan dari semua jenis kendaraan. Hukumnya wajib tersedia karena memang fungsinya sangat vital sebagai salah satu rangkaian fitur keselamatan, apalagi di mobil matik.

Lantaran itu, komponen pengereman perlu dijaga dan dirawat dengan baik. Karena bila tidak, maka fungsinya tidak akan optimal, bahkan bisa membuat rem tak bekerja alias blong akibat mengalami vapor lock.

Seperti diketahui, vapor lock sendiri merupakan kondisi dimana rem terlalu panas akibat diinjak terlalu lama. Akibatnya, membuat minyak rem mendidih dan pengereman tak bekerja optimal.

Baca juga: Ini Bedanya Tuas Transmisi Mobil Matik Model Lurus dan Zig-zag

"Ketika minyak rem mendidih, maka akan menghasilkan uap air yang bisa mengakibatkan rem blong, inilah yang dinamakan dengan vapor lock," ujar Dealer Technical Support Dept. Head PT Toyota Astra Motor (TAM), Didi Ahadi, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Ilustrasi Rem blong Ilustrasi Rem blong

"Uap air tersebut dihasilkan dari kerja keras rem yang dilakukan oleh pengemudi. Sehingga, minyak rem menjadi panas hingga mencapai titik didih kemudian memunculkan uap pada sitem pengereman," kata dia.

Nah, bisa dibayangkan bila hal ini kejadian pada mobil matik dalam kecepatan tinggi. Apalagi bila penggunanya belum mengetahui bagaimana cara engine brake pada transmisi matik.

Menurut Didi, pada dasarnya mobil matik juga bisa melakukan engine brake, hanya saja tehniknya yang beda dengan transmisi manual.

"Untuk menggunakan engine brake pada mobil matik transmisi dipindahkan pada gigi yang lebih rendah," katanya.

Baca juga: Nyetir Mobil Transmisi Matik, Jangan Biasakan Injak Rem Pakai Kaki Kiri

Hal senada juga diutarakan oleh Kepala Bengkel Auto2000 HR Muhammad Surabaya Andreas Totok. Menurut totok, mobil transmisi matik memiliki kemampuan untuk melakukan engine brake, namun penggunanya masih banyak yang tak mengerti untuk melakukannya.

Posisi tuas transmisi, saklar sistem gerak, dan tombol fitur hill descent assist.Nissan Motor Company Ltd. Posisi tuas transmisi, saklar sistem gerak, dan tombol fitur hill descent assist.

"Pada tuas transmisi mobil transmisi matik, biasanya setelah D ada posisi 2 dan L atau ada juga yang menyediakan tombol over drive (OD), untuk mendapatkan engine brake, pengendara bisa mengeser tuas ke posisi 2 atau menekan OD. Tetapu jangan langsung pindahkan transmisi ke posisi L karena mobil akan sangat menyentak, apalagi ketika kecepatan tinggi bisa rusak gearbox-nya," kata Totok.

Lebih lanjut Totok menjelaskan pada mobil transmisi matik modern yang menggunakan sistem transmisi CVT, engine brake akan lebih mudah dioperasikan. Hal ini lantaran pada CVT pengendara diberikan opsi untuk menentukan perpindahan gigi layakanya mengendarai mobil transmisi manual.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X