Kompas.com - 25/10/2020, 09:21 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Vespa sedang rajin melansir motor edisi terbatas, mulai dari Primavera Sean Wotherspoon (SW), GTS dan Sprint 150 Racing Sixties, hingga yang terbaru Primavera (RED).

Menariknya model-model ini langsung melesat tinggi. Salah satunya ialah Primavera SW yang dijual kembali dengan harga selangit. Bahkan menyentuh angka ratusan juta rupiah.

Tak sedikit yang beranggapan bahwa harga tersebut merupakan ulah pedagang. Motor ''digoreng" supaya harganya bisa tinggi. Kemudian yang punya akan melepas dengan harga untung.

Baca juga: Vespa Primavera Edisi RED Dijual Terbatas, Harga Rp 53,6 Juta

 

Vespa Primavera edisi (RED)Istimewa Vespa Primavera edisi (RED)

Menanggapi hal tersebut, Robby Gozal, Public Relation and Communications Manager PT Piaggio Indonesia, mengatakan, pada dasarnya pihaknya tidak bisa mengatur harga motor di pasar.

"Bisa dibilang harga jual seken itu memang di luar ranah kami, karena itu yang menentukan market, permintaan dari market tidak bisa dikendalikan oleh PT Piaggio," kata Robby, Jumat (24/10/2020).

Robby mengatakan, di sisi lain harga Vespa edisi khusus seperti Primavera SW atau yang lain bisa melambung tinggi itu sesuai azas ekonomi, yakni permintaan banyak tapi suplainya sedikit.

Robby mengatakan, pihaknya tidak bisa mengatur harga jika unitnya sudah sampai di tangan konsumen, sebab pada dasarnya itu hak orang jika mau menjual kembali unitnya dengan harga tinggi.

Vespa GTS Racing SixtiesIstimewa Vespa GTS Racing Sixties

"Itu cukup sulit untuk kita lakukan (kontrol harga), karena setelah produk atau unit yang kami tawarkan setelah sampai ke tangan konsumen itu sepenuhnya hak konsumen," katanya.

Baca juga: Harga Bekas Vespa Primavera Sean Wotherspoon Tembus Rp 275 Juta

"Hak konsumen kalau ada kerusakan ada perlindungan konsumen (garansi). Tapi kalau misalkan barang sudah di konsumen tapi ingin dijual lagi oleh tangan konsumen itu sudah di luar kami," katanya.

Di sisi lain Robby mengatakan bahwa pihaknya justru antusias melihat fenomena ini. Sebab harga motor yang melambung di pasar menandakan bahwa produk tersebut diterima baik.

"Kami senang dengan antusiasme konsumen Indonesia. Ternyata produk yang punya cerita di belakangnya itu diterima oleh market. Itu menjadi motivasi lebih supaya bisa menghadirkan produk terbaik di market Indonesia," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.