Penolakan Pajak Nol Persen Jadi Angin Segar Pedagang Mobil Bekas

Kompas.com - 20/10/2020, 07:02 WIB
Suasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat Kompas.com/Setyo AdiSuasana pusat penjualan mobil bekas di Jakarta Pusat
Penulis Stanly Ravel
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Setelah lama dinanti, akhirnya keputusan soal relaksasi pajak nol persen bagi mobil baru resmi ditetapkan. Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan menolak wacana pemberian stimulus tersebut.

"Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru nol persen seperti yang disampaikan industri maupun Kementerian Perindustrian," ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers online APBN KiTA, Senin (19/10/2020).

Penolakan relaksasi pajak tersebut mendapat ragam sambutan dari industri otomotif, termasuk dari kalangan pebisnis mobil bekas yang sudah ketar-ketir sejak munculnya isu tersebut.

Baca juga: Sri Mulyani Tolak Usulan Pajak Nol Persen, Ini Kata Produsen Mobil

Herjanto Kosasih, Senior Manager Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, mengatakan, bila kabar tersebut menjadi kepastian karena banyaknya konsumen yang melakukan penundaan pembelian sejak akhir bulan lalu.

"Kondisinya kemarin itu sama dengan mobil baru, banyak pelanggan yang nahan beli mobil bekas nunggu pajak nol persen, karena mereka berharap kalau sampai jadi, ya mereka beli mobil baru dengan harga murah kan," ujar Herjanto kepada Kompas.com, Senin (19/101/2002).

Suzuki Auto Value merupakan layanan mobil bekas bergaransiGridOto.com Suzuki Auto Value merupakan layanan mobil bekas bergaransi

"Dengan info ini, jadi ada kepastian terutama buat pedagang di sini (WTC) yang memang sudah khawatir, buat pelanggan juga dampaknya sama, mereka tak lagi berharap kan," kata dia.

Herjanto mengatakan, walau bisnis mobil bekas sempat mengalami perlambatan akibat isu stimulus pajak mobil baru, tapi adanya kepastian tersebut bisa memberikan titik terang lagi.

Setidaknya jelang sore hari sejak kabar penolakan tersebut beredar, menurut Herjanto banyak konsumen yang datang dan menghubungi pedagang mobil seken di WTC. Hal tersebut bisa menjadi indikator bila kondisi akan kembali normal.

Baca juga: Honda Tanggapi Batalnya Rencana Pajak Mobil Baru Nol Persen

Ilustrasi konsumen tengah memilih mobil bekas di shoroom Mobil88Mobil88 Ilustrasi konsumen tengah memilih mobil bekas di shoroom Mobil88

"Kebanyakan konsumen yang sebelumnya nahan, mulai kontak lagi nanya unit, walau belum banyak karena hari pertama itu bisa jadi patokan nantinya akan kembali normal meski memang secara kondisi ekonomi kan juga belum terlalu pulih," kata Herjanto.

Tak hanya Herjanto, Ridwan pemilik diler mobil bekas di kawasan Klender, Jakarta Timur, juga mengucapkan hal yang sama mengenai penolakan relaksasi pajak nol persen tersebut.

Menurut Ridwan, meski tak serta merta bisa mendorong penjualan mobil bekas lagi, tapi keputusan tersebut seperti "pecah telur" karena memberikan kepastian bagi banyak orang yang sebelumnya sudah menantikan.

Baca juga: Isu Relaksasi Pajak Nol Persen Tak Pengaruhi Penjualan Daihatsu

Toyota Camry Hybrid di pasar mobil bekasOLX Toyota Camry Hybrid di pasar mobil bekas

"Jadi jelas, kemarin kan tidak pasti. Kalau dari konsumen memang ada sebagaian yang nunggu dan akhirnya menahan, berharap bisa beli mobil baru, tapi memang jumlahnya mungkin tidak banyak karena dalam kondisi seperti ini, mungkin orang juga menahan belanja barang kan," ucap Ridwan.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X