Honda Tanggapi Batalnya Rencana Pajak Mobil Baru Nol Persen

Kompas.com - 19/10/2020, 17:23 WIB
Ilustrasi penjualan mobil. ISTIMEWAIlustrasi penjualan mobil.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Rencana stimulus pajak mobil baru sebesar nol persen ditolak Menteri Keuangan RI Sri Mulyani. Wacana ini sebelumnya sempat digaungkan Kementerian Perindustrian untuk membantu daya beli masyarakat dalam sektor industri otomotif.

“Kami tidak mempertimbangkan saat ini untuk memberikan pajak mobil baru sebesar nol persen seperti yang disampaikan oleh industri maupun dari Kemenperin,” ujar Sri, dalam konferensi pers APBN Kita (19/10/2020).

Yusak Billy, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor (HPM), mengatakan, pihaknya memahami alasan pemerintah menolak rencana relaksasi pajak mobil baru.

Baca juga: Kenapa Bus Tidak Mematikan Mesinnya Saat Isi Solar?

Kredit kendaraan jadi alternatif pembayaran yang mendominasi transaksi jual beli saat ini.Zulkifli BJ Kredit kendaraan jadi alternatif pembayaran yang mendominasi transaksi jual beli saat ini.

“Apa yang diputuskan pemerintah pasti untuk perbaikan ekonomi,” ujar Billy, dalam konferensi virtual (19/10/2020).

Menurut Billy, memberikan stimulus fiskal kepada semua sektor usaha yang terdampak jadi pilihan yang lebih bijak buat pemerintah.

“Kalau semua bangkit, otomatis pasar otomotif juga bisa naik. Jadi kita harapkan apa yang dilakukan pemerintah bisa membuat pasar otomotif bergairah lagi, jadi tidak memberikan insentif ke salah satu sisi,” katanya.

Baca juga: Sah, Pelat Nomor Kendaraan Listrik Ada Tanda Khusus Kelir Biru

Ilustrasi kredit mobilistimewa Ilustrasi kredit mobil

Billy juga mengatakan, rencana relaksasi pajak sebesar nol persen sebelumnya telah membuat sejumlah konsumen menunda pembelian.

“Kami melihatnya dari dari data yang melakukan booking, tapi tidak melakukan closing retail. Itu gap-nya cukup besar, 30-40 persen,” ucap Billy.

“Diharapkan dengan adanya informasi tidak jadi, bisa melakukan retail lagi. Kalau di ambang seperti itu, dia menunggu saja, jadi hanya yang benar-benar perlu yang membeli,” tuturnya.

Sebelumnya, ia menjelaskan bahwa penjualan PT HPM sangat terdampak pandemi Covid-19. Sampai kuartal ketiga, penjualan Honda turun 49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2019.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X