Pemotor Bisa Gunakan Hand Communication, tetapi dengan Etika

Kompas.com - 31/08/2020, 09:22 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020). Dok. Pemkot SurabayaWali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com – Ketika sedang berkendara di jalan sering melihat kelakuan pengendara atau penumpang motor yang melambaikan tangannya saat ingin belok. Perilaku ini disebut sebagai hand communication saat berkendara.

Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting Jusri Pulubuhu mengatakan, hand communication saat berkendara berfungsi untuk mempertegas alat-alat komunikasi, misalnya lampu sein.

“Kalau pengendara tidak yakin dengan komunikasi ke pengguna jalan lain dengan lampu sein karena jalan yang ramai, bisa menambahkan dengan gerakan tangan,” ucap Jusri kepada Kompas.com, Minggu (30/8/2020).

Baca juga: Kembali Digalakkan, Ribuan Truk ODOL Ditertibkan di Tol Cipali

Gerakan tangan saat naik motorHai-online.com Gerakan tangan saat naik motor

Misalnya mau belok ke kiri, bisa ditambah gerakan tangan ke kiri. Sedangkan ke kanan, bisa dengan memakai kaki kanan, karena tangan kanan jangan terlepas dari gas. Tetapi, kalau ada pembonceng, bisa diwakilkan dengan tangan kanan atau kiri penumpang.

“Tujuan dari lambaian tangan ini juga untuk mengomunikasikan agar kita bisa terlihat oleh pengguna jalan lain. Jadi orang lain harus bisa melihat keberadaan dan intensi kita,” kata Jusri.

Namun, perlu diperhatikan, melakukan hand communication ini juga ada etikanya, tidak boleh semena-mena. Sering terjadi penggunaan hand communication ini tidak pada tempatnya, lampu sein tidak dihidupkan, main asal keluarkan kaki kanan saat ingin manuver.

Baca juga: Deretan Pilihan Mobil Double Cabin di Indonesia

“Ketika kita ingin menambahkan anggota tubuh kita untuk komunikasi, jangan mendadak, karena bisa mengagetkan orang lain. Penggunaan anggota tubuh sebagai bahasa komunikasi sama dengan penggunaan lampu sein,” kata dia.

Jadi pengendara bisa memberikan hand communication 25 meter sampai 30 meter sebelum manuver. Jangan lupa juga untuk menyalakan lampu sein karena hand communication ini hanya untuk mempertegas komunikasi ke pengguna jalan lain.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X