Okupansi Angkutan Kota DKI Jakarta Masih Rendah

Kompas.com - 16/08/2020, 15:01 WIB
Sejumlah angkutan umum Mikrolet berhenti di Terminal Kampung Melayu, Jakarta berapa waktu lalu. ANTARA/Reza FitriyantoSejumlah angkutan umum Mikrolet berhenti di Terminal Kampung Melayu, Jakarta berapa waktu lalu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pembatasan kendaraan bermotor roda empat pribadi dengan sistem ganjil genap sudah mulai berlaku sejak senin (10/8/2020). Namun semenjak itu, kenaikan jumlah penumpang di angkutan umum masih belum bertambah.

Ketua DPD Organisasi Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengatakan, walaupun sudah mulai banyak angkutan yang beroperasi, okupansinya masih saja rendah.

Angkutan kota sudah 40 persen yang beroperasi, namun masih rendah okupansinya. Dibandingkan awal pandemi, sekarang angkutan sudah mulai bergerak sedikit,” ucap Shafruhan saat dihubungi Kompas.com belum lama ini.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Austria 2020, Vinales Terdepan, Rossi Tercecer

Ilustrasi angkutan kota.KOMPAS.COM/JIMMY RAMADHAN AZHARI Ilustrasi angkutan kota.

Menurut Shafruhan, saat awal masa pandemi, usaha transportasi umum sudah benar-benar tidak ada pemasukan. Sekarang sudah lebih baik kondisinya walaupun masih sedikit okupansi dari angkutan umum tersebut.

Terkait bantuan dari Polri kepada pengemudi angkutan umum, Shafruhan mengatakan kalau program tersebut masih kurang jelas. Walaupun terlihat adanya pemberian bantuan, namun belum dirasakan oleh seluruh pengemudi.

“Tambah enggak jelas bantuannya, hanya sebagian kecil saja yang terima, jadi belum merata,” ucap Shafruhan.

Baca juga: Mobil Bekas Harga Belasan Juta Rupiah, Bisa Dapat Lancer hingga Accord

Diketahui kalau bantuan ini ditujukan bagi pekerja di sektor transportasi umum yang terdampak pandemi Covid-19. Jenis bantuannya berupa pelatihan tentang protokol kesehatan di angkutan umum dan pemberian uang Rp 600.000 selama 3 bulan.

“Mungkin anggaran bantuannya terbatas, jadi hanya sebagian awak angkutan yang menerimanya,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X