Lebih Pintar, Ini Golongan Konsumen yang Dibidik DFSK Glory i-Auto

Kompas.com - 28/07/2020, 18:41 WIB
DFSK Glory i-Auto KOMPAS.com/RulyDFSK Glory i-Auto
|

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Sokonindo Automobile memastikan bahwa konsumen dari DFSK Glory i-Auto tidak akan bersentuhan atau bersinggungan langsung dengan model lainnya dari keluarga kendaraan DFSK di Indonesia.

Hal ini, sebagaimana dikatakan Technical Manager PT Sokonindo Automobile, Sugiartono, segmentasi produk Glory i-Auto berbeda yakni masyarakat kelas menengah yang sudah melek teknologi.

"Contohnya, wirausaha, pekerja kantor, eksekutif muda, warga perkotaan, dan sebagainya yang mengedepankan teknologi dan kepraktisan. Sementara DFSK Glory 560 lebih ke masyarakat berjiwa muda yang dinamis," katanya dalam diskusi virtual, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: DFSK Luncurkan Glory i-Auto, Apa Bedanya dengan Wuling Almaz?

DFSK Glory i-Auto resmi meluncur di Indonesia.DFSK Indonesia DFSK Glory i-Auto resmi meluncur di Indonesia.

Lebih jauh, lanjut Sugiartono, mereka yang rata-rata pengeluaran per bulannya Rp 10-20 jutaan dengan usia antara 30 hingga 55 tahun. Sebab, mobil dipasarkan dengan harga Rp 329.699.000 on the road DKI Jakarta.

"Sedangkan kalau kita bicara tentang DFSK Glory 580, itu lebih menyasar konsumen major," ujar Arviane D. Bahar, PR & Digital Manager PT Sokondindo Automobile di kesempatan sama.

"Untuk diketahui juga, Glory i-Auto bukan satu series dengan 560 dan 580, produk ini lahir dari seri Intelligent. Jadi, segmentasinya berbeda pula," katanya lagi.

Sugiartono menambahkan, pada mobil yang baru diluncurkan pada April 2020 tersebut total ada 54 jenis perintah yang bisa dilakukan. Menyangkut semua jenis body electrical seperti lampu, power window, sunroof, GPS, AC dan lainnya.

Baca juga: Resmi Meluncur di Indonesia, DFSK Glory i-Auto Dijual Rp 329,6 Juta

DFSK Glory i-AutoKOMPAS.com/Ruly DFSK Glory i-Auto

Dari 54 jenis perintah di Glory i-Talk itu, merupakan hasil seleksi yang dirasa sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. Ada beberapa jenis perintah yang sengaja tidak dipakai karena alasan keselamatan.

"Sebagai contoh power back door ada opsi untuk bisa diaktifkan pakai perintah suara, tapi akhirnya tidak karena miss safety, misalkan lagi jalan kemudian bisa bilang 'Glory open back door' kan tidak mungkin," katanya.

"Dia (i-Talk) bisa respon tapi tidak bisa buka. Jadi sudah sangat disesuaikan dengan safety regional domestik dan international. Sebab sebtulnya yang terpenting adalah aturan keselamatan, karena itu berada di puncak," ujar dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X