SIKM Dihapus, Pengguna Travel Gelap Menurun

Kompas.com - 20/07/2020, 14:17 WIB
Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020. Dokumentasi Polda Metro Jaya (Istimewa)Polisi mengamankan kendaraan travel gelap yang mengangkut pemudik selama 18 hari Operasi Ketupat 2020.
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dihapusnya syarat Surat Izin Keluar Masuk ( SIKM) wilayah DKI Jakarta membuat mobilitas masyarakat yang ingin berpergian meningkat.

Bahkan pengguna travel gelap diprediksi bisa menurun, sebab transportasi umum seperti bus AKAP sudah kembali beroperasi.

Ateng Aryono, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda), mengatakan, secara umum pengguna transportasi umum mulai ada peningkatan.

Baca juga: Alasan Rossi Sudahi Balapan Perdana MotoGP 2020 di Jerez

Sejumlah bus diputar balik melalui Gerbang Tol Karawang Barat pada Senin (1/6/2020). Kendaraan tersebut diputar balik lantaran pengendara tak dapat menunjukkan SIKM DKI Jakarta.KOMPAS.COM/FARIDA Sejumlah bus diputar balik melalui Gerbang Tol Karawang Barat pada Senin (1/6/2020). Kendaraan tersebut diputar balik lantaran pengendara tak dapat menunjukkan SIKM DKI Jakarta.

Khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal ketimbang pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasalnya pada penerapan PSBB transisi, sejumlah sektor perekonomian dan perkantoran mulai aktif lagi.

Masyarakat pun sudah bisa beraktivitas seperti biasa, namun dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Baca juga: Pasang Sekat Partisi di Avanza dan Sejenis, Mengganggu Posisi Duduk

Armada bus KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Armada bus

“Saat ini okupansi 20-30 persen, kalau masa PSBB itu kan benar-benar tinggal 10 persen. Untuk itu kami tidak mematok target yang spesifik setelah (SIKM) ditiadakan,” ujar Ateng, dalam keterangan tertulis (20/7/2020).

Menurut Ateng, masyarakat akan kembali menggunakan transportasi umum ketimbang travel gelap ketika SIKM telah dihapus.

Oleh sebab itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas pelayanan buy the service agar masyarakat semakin nyaman dalam menggunakan transportasi umum.

“Hal ini membuat manajemen demand sangat bagus, namun tidak menghilangkan niatan orang dan mengurangi celah angkutan pribadi yang bertindak sebagai angkutan umum yang selama ini tidak ada penindakan tegas,” katanya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X