Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 20/07/2020, 14:17 WIB
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Dihapusnya syarat Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) wilayah DKI Jakarta membuat mobilitas masyarakat yang ingin berpergian meningkat.

Bahkan pengguna travel gelap diprediksi bisa menurun, sebab transportasi umum seperti bus AKAP sudah kembali beroperasi.

Ateng Aryono, Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Organisasi Angkutan Darat (Organda), mengatakan, secara umum pengguna transportasi umum mulai ada peningkatan.

Baca juga: Alasan Rossi Sudahi Balapan Perdana MotoGP 2020 di Jerez

Sejumlah bus diputar balik melalui Gerbang Tol Karawang Barat pada Senin (1/6/2020). Kendaraan tersebut diputar balik lantaran pengendara tak dapat menunjukkan SIKM DKI Jakarta.KOMPAS.COM/FARIDA Sejumlah bus diputar balik melalui Gerbang Tol Karawang Barat pada Senin (1/6/2020). Kendaraan tersebut diputar balik lantaran pengendara tak dapat menunjukkan SIKM DKI Jakarta.

Khususnya pada masa adaptasi kebiasaan baru atau new normal ketimbang pada masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Pasalnya pada penerapan PSBB transisi, sejumlah sektor perekonomian dan perkantoran mulai aktif lagi.

Masyarakat pun sudah bisa beraktivitas seperti biasa, namun dengan tetap menaati protokol kesehatan.

Baca juga: Pasang Sekat Partisi di Avanza dan Sejenis, Mengganggu Posisi Duduk

Armada bus KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA Armada bus

“Saat ini okupansi 20-30 persen, kalau masa PSBB itu kan benar-benar tinggal 10 persen. Untuk itu kami tidak mematok target yang spesifik setelah (SIKM) ditiadakan,” ujar Ateng, dalam keterangan tertulis (20/7/2020).

Menurut Ateng, masyarakat akan kembali menggunakan transportasi umum ketimbang travel gelap ketika SIKM telah dihapus.

Oleh sebab itu, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diharapkan dapat memperluas pelayanan buy the service agar masyarakat semakin nyaman dalam menggunakan transportasi umum.

“Hal ini membuat manajemen demand sangat bagus, namun tidak menghilangkan niatan orang dan mengurangi celah angkutan pribadi yang bertindak sebagai angkutan umum yang selama ini tidak ada penindakan tegas,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com