Kompas.com - 08/06/2020, 18:01 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pengguna sepeda motor di Jakarta jumlahnya sangat banyak. Untuk bisa mengendalikan jumlah motor yang ada di jalan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun memutuskan untuk memberlakukan sistem ganjil genap (GaGe) untuk motor.

Keputusan tersebut menuai pro dan kontra, termasuk dari para komunitas motor. Di Jakarta dan sekitarnya, jumlah komunitas motor juga sangat banyak. Tak sedikit dari komunitas ini yang selalu mengandalkan kendaraannya untuk beraktivitas.

Baca juga: Motor yang Melanggar Ganjil Genap Belum Ditilang sampai Ada Rambu

Wahyudi, Sekretaris Honda MegaPro Club (HMPC) Indonesia, mengatakan, pihaknya mendukung diterapkannya sistem ganjil genap.

Hari pertama penerapan ganjil genap di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019)KOMPAS.COM/WALDA MARISON Hari pertama penerapan ganjil genap di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (9/9/2019)

Komunitas Honda MegaPro Club (HMPC) Indonesia adalah salah satu komunitas yang mendukung diterapkannya sistem ganjil genap. Alasannya, yakni untuk meningkatkan kenyamanan di perjalanan.

"Kami mendukung, karena untuk kenyamanan di perjalanan dengan jumlah kendaraan yang sangat meningkat kita mendukung kebijakan pemerintah," ujar Wahyudi, Sekretaris HMPC Indonesia, saat dihubungi Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Sedangkan pendapat yang berbeda disampaikan oleh Denny Yamka, dari Dewan Penasehat Honda Tiger Mailing List (HTML) Selataners. Denny mengatakan, kebijakan itu masih belum layak diterapkan dan belum bisa menyelesaikan masalah yang ada.

Baca juga: Pemerhati Transportasi Kritik Aturan Ganjil Genap untuk Motor

"Perlu kajian mendalam, jika diterapkan, para pengguna roda dua akan lebih mempunyai motor cadangan. Misalnya, satu unit pelat ganjil dan satu unit pelat genap. Maka, akan menjadi lebih banyak kendaraan yang dimilikinya," kata Denny.

Menurut Denny, sebaiknya pembatasan kendaraaan dapat diidentifikasi untuk setiap warga dengan menggunakan kartu keluarga (KK). Misalnya, satu KK dibatasi dengan dua kendaraan mobil dan satu kendaraan motor.

Sehingga dalam setiap keluarga benar-benar lebih selektif penggunaan kendaraan tersebut, dan aturan yang sudah ada tetap dijalankan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.