Mengenal Gaya Motor Custom yang Lumayan Jarang Ada di Indonesia

Kompas.com - 26/05/2020, 11:22 WIB
Motor custom Yamaha XSR155 di Thailand International Motor Expo 2019 di Bangkok Kompas.com/DonnyMotor custom Yamaha XSR155 di Thailand International Motor Expo 2019 di Bangkok

JAKARTA, KOMPAS.com - Dunia motor custom terus berkembang dan sekarang sudah banyak sekali penggemarnya. Bahkan, tema atau aliran gaya motor custom yang dibangun juga sangat beragam.

Gaya motor custom yang beredar di jalanan sekarang sudah tidak itu-itu lagi. Ada cafe racer, street tracker, board tracker, scrambler, chopper, street cub, choppy cub, dan masih banyak lainnya.

Baca juga: 7 Langkah Jika Ingin Bangun Motor Custom

Namun, dari sekian banyak gaya motor custom yang ada di dunia ini, tidak semuanya populer di Indonesia. Ada juga beberapa gaya yang lumayan jarang dibuat oleh konsumen atau bengkel motor custom.

Harley-Davidson Ironhead 1974 bergaya chopper long fork garapan Saikin GarageDok. Kustomfest Harley-Davidson Ironhead 1974 bergaya chopper long fork garapan Saikin Garage

Andi Akbar, builder Katros Garage, mengatakan, tidak ada gaya motor custom yang belum pernah dibuat di Indonesia. Bahkan, gaya-gaya yang sangat nyeleneh pun sudah pernah ada yang membuatnya, meski populasinya tak banyak.

"Kalau gaya motor custom yang jarang, mungkin gaya streamline. Motor full fairing yang biasa dipakai untuk memecahkan rekor kecepatan di Salt Lake," ujar pria yang akrab disapa Atenx, kepada Kompas.com, belum lama ini.

Baca juga: Tren Modifikasi Bergaya Motor Custom

Atenx menambahkan, salah satu alasan gaya tersebut jarang dibuat karena tidak praktis jika motor ingin digunakan di jalan raya atau untuk harian. Rata-rata konsumen berpikir untuk tetap bisa mengendarai motornya di jalan.

Indra Pranajaya alias Indra Bluesman, builder Razzle Dazzle Chopper Works di Bandung, mengatakan, salah satu yang jarang juga Bosozoku, gaya khas dari Jepang.

Menurut Indra, gaya tersebut banyak dipandang norak di sini. Sebab, di Indonesia kembali lagi orang itu terbiasa melihat motor-motor custom yang banyak di internet atau majalah, seperti chopper, prostreet, cafe racer, dan lainnya. Jadi, melihatnya masih yang global.

Motor custom bergaya choppy cub garapan Kartomonyol GarageDok. Kustomfest Motor custom bergaya choppy cub garapan Kartomonyol Garage

"Sebab, bengkel pun biasanya kan menerima order konsumen. Nah, konsumen pun jarang ada yang ingin motornya dibuat nyeleneh. Kalau sudah by order seperti itu, dari bengkel kan juga harus mengikuti kemauan konsumen seperti apa," kata Indra.

Indra menambahkan, kadang builder atau bengkel ingin bikin yang terlalu aneh atau luar biasa untuk kontes. Namun, konsumen suka bertanya, apakah nanti setelah kontes motornya bisa dipakai atau layak jalan tidak. Jadi, banyak pertimbangan akhirnya.

"Di Indonesia, kebanyakan bengkel itu masih menerima pesanan konsumen. Jarang sekali yang memang bangun motor sendiri, modal sendiri, masih jarang. Bengkel-bengkel di sini juga mungkin secara finansial modalnya tidak besar. Jadi, ingin bikin motor yang gayanya luar biasa banyak keterbatasan," ujar Indra.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X