Tol Semarang Solo Longsor, Begini Cara Aman Mengemudi di Jalan Aspal Berlumpur

Kompas.com - 01/06/2020, 11:41 WIB
Update Penanganan Longsor di Jalan Tol Semarang-Solo: Satu Lajur Dapat Dilewati Dengan Aman Oleh Pengguna Jalan Jasa MargaUpdate Penanganan Longsor di Jalan Tol Semarang-Solo: Satu Lajur Dapat Dilewati Dengan Aman Oleh Pengguna Jalan
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Longsor terjadi di ruas tol Semarang-Solo, tepatnya di KM 426+600 arah Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Kondisi ini tentunya membuat sebagian aspal di jalan tol terkena material lumpur yang disebabkan longsor tersebut.

Meskipun kejadian ini sudah bisa dikondisikan oleh pengelola jalan tol, tetapi sisa lumpur kemungkinan masih ada yang tertinggal. Dalam kondisi yang basah, kondisi jalan bisa saja akan lebih licin dibandingkan biasanya.

Sehingga, para pengendara pun harus lebih berhati-hati saat melintas di kawasan yang baru saja mengalami longsor tersebut.

Baca juga: Ganti Oli Mesin Motor Jangan Semprot Angin Kompresor, Ini Alasannya

Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia ( SDCI) Sony Susmana mengatakan, saat jalanan aspal yang tertutup lumpur memang relatif lebih licin dibandingkan dengan jalan aspal pada umumnya.

Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan.ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY Mobil yang membawa Presiden Joko Widodo melewati jalan berlumpur saat meninjau lokasi rencana ibu kota baru di Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Selasa (17/12/2019). Jokowi mengaku puas setelah meninjau lokasi tersebut yang nantinya akan dibangun kluster pemerintahan, termasuk Istana Kepresidenan.

“Tapi licin atau tidaknya juga tergantung dari karakter tanahnya, tapi kalau longsor kan biasanya tanahnya juga basah. Jadi biasanya juga lebih licin,” ujarnya kepada Kompas.com, Minggu (31/5/2020).

Dengan kondisi tersebut, Sony pun menyarankan kepada pengendara yang kebetulan melintas di jalan tersebut agar lebih berhati-hati.

Selain itu, pengemudi juga bisa memilih spot-spot di mana tidak terdapat sisa lumpur yang bisa membuat ban menjadi selip.

Baca juga: Pelayanan SIM di Solo Prioritaskan Pemohon yang Bikin Baru


“Yang membikin licin itu adalah lumpur yang berada di atas permukaan aspal yang rata. Usahakan mengemudi mencari spot-spot yang kering atau lumpurnya sedikit untuk menghindari selip,” ucapnya.

Jika kondisi lumpur belum teratasi atau masih ada petugas yang melakukan evakuasi, Sony mengatakan, sebaiknya pengemudi tetap mengikuti arahan dari petugas yang ada di lapangan.

Sebab, petugas tersebut lebih mengetahui kondisi di lapangan dibandingkan dengan pengemudi.

Pembersihan material longsor di Tol Ungaran menggunakan alat berat.KOMPAS.com/IST Pembersihan material longsor di Tol Ungaran menggunakan alat berat.

“Pastikan jarak pandang luas, sehingga pengemudi mampu melihat spot yang aman untuk dilalui. Aturan jarak dengan kendaraan di depannya untuk menghindari risiko terjebak atau terjadi benturan,” kata Sony.

Dia menambahkan, dalam kondisi jalanan yang terdapat lumpur sebaiknya melakukan akselerasi secara halus dan tidak memainkan pedal gas atau slip kopling.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Oli, Mobil Mesin Bensin dan Solar Beda Karakter

“Semakin dimainkan maka risiko selip juga akan semakin besar, pastinya mobil-mobil yang melintasi jalan tol menggunakan ban karakter halus atau HT. Lakukan awalan dengan momen secukupnya sehingga didapatkan momen grip yang baik,” tuturnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X