Penting Memahami Arti Kode pada Oli Mesin

Kompas.com - 01/06/2020, 09:02 WIB
Kode pada kemasan oli mesin bensin, Febri Ardani/KompasOtomotif Kode pada kemasan oli mesin bensin,

JAKARTA, KOMPAS.com - Sistem pelumasan pada mesin mobil ibarat darah pada tubuh manusia, jadi tergolong sangat penting. Pemilihan jenis oli yang digunakan harus sesuai dengan kondisi mesin serta suhu lingkungan di mana mobil digunakan.

Oli kendaraan memiliki berbagai jenis kekentalan, di mana kadar kekentalan tersebut dapat diketahui dari kode kombinasi huruf dan angka yang tertera pada kemasan.

Kode kekentalan ini sebaiknya diketahui oleh pemilik kendaraan, tujuannya agar tidak salah membeli dan memakai oli yang bisa mengakibatkan kerusakan pada mesin mobil.

Dealer Technical Support Dept. Head PT TAM, Didi Ahadi, mengatakan, ada dua kode pada oli mesin yang harus dipahami yaitu API (American Petroleum Institute) dan SAE (Society of Automotive Engineers).

Baca juga: Kemendagri Tidak Larang Ojol Angkut Penumpang Saat New Normal

API merupakan kode sertifikasi terhadap kualitas oli dengan status standarisasi global. API memiliki kode yang berbeda pada mesin bensin dan diesel.

Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGCSHUTTERSTOCK Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC

“Biasanya kode oli yang tertera pada mesin bensin dimulai dengan huruf S, SA, SB , SC, SD, SE dan SF. Sedangkan pada mesin diesel, kode dimulai dengan huruf C, CA, CB, CC, CD. Huruf pada abjad kedua menandakan kualitas dari oli tersebut, jika abjadnya lebih tinggi berarti oli tersebut makin bagus,” ujar Didi saat dihubungi Kompas.com.

Sementara kode SAE, menunjukan tingkat kekentalan oli dan juga kemampuan dalam menjaga stabilitas kekentalan terhadap pengaruh suhu mesin serta lingkungan.

Baca juga: Kemenhub Siapkan 11 Titik Penyekatan Khusus SIKM, Ini Lokasinya

“Kode untuk menandai jenis kekentalan oli akan diawali dari kata SAE. Biasanya, kalo dinegara yang ada musim dingin namanya akan ada tambahan W, misal SAE 15W-40, artinya tingkat kekentalan oli mencapai angka 50 yang penggunaannya masih bisa sampai kondisi suhu minus 15 derajat celcius,” kata Didi.

Didi menyarankan, ketika servis sebaiknya mengganti oli di bengkel resmi, karena ada mekanik yang bisa memilihkan jenis oli yang cocok dan tingkat kekentalan oli yang sesuai dengan kendaraan.

Karena jika salah memilih oli, mesin mobil daoat mengalami gangguan bahkan bisa sampai turun mesin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X