Apa Betul Kendaraan Listrik Lebih Hemat Dibandingkan Konvensional?

Kompas.com - 28/05/2020, 09:02 WIB
DFSK memperkenalkan Gelora dan Gelora, Kamis (5/3/2020). Produk ini mengisi pasar kendaraan komersial dengan pilihan motor listrik Kompas.com/Setyo AdiDFSK memperkenalkan Gelora dan Gelora, Kamis (5/3/2020). Produk ini mengisi pasar kendaraan komersial dengan pilihan motor listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Kendaraan listrik terus berkembang di Indonesia, baik dalam wujud sepeda motor, mobil, hingga bus. Kendaraan ramah lingkungan ini disebut-sebut lebih hemat pengeluaran operasionalnya, dibandingkan yang bermesin konvensional yang masih konsumsi bahan bakar.

Pada sepeda motor listrik, komponen penggeraknya relatif lebih sedikit, yang terdiri dari tiga unit, yaitu motor penggerak, baterai, dan sistem kelistrikan.

Baca juga: Apa Hebatnya Motor Listrik Gesits Milik Jokowi yang Dibeli Putra Hary Tanoe?

Dengan minimnya komponen tersebut, biaya perawatan motor listrik diklaim jauh lebih irit ketimbang motor konvensional. Bahkan, biaya pengecasan atau isi ulang baterai yang memerlukan listrik disebut juga lebih murah daripada isi bensin.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020).Dok. Pemkot Surabaya Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini membonceng ajudannya mengendarai sepeda motor listrik merek U-Winfly warna merah hitam di Institut Teknologi 10 November (ITS), Surabaya, Jawa Timur, Selasa (25/2/2020).

"Jika dihitung akan lebih murah daripada motor konvensional. Sebab motor listrik tidak pakai servis rutin," kata kata Frengky Osmond, Marketing Communication PT Triangle Motorindo, produsen motor listrik Viar Q1 kepada Kompas.com, beberapa waktu lalu.

Frengky menambahkan, dalam penggunaan sehari-hari, motor listrik hanya memerlukan dua biaya penting yang harus dihitung, yakni pemakaian listrik untuk isi ulang baterai dan pemakaian baterai yang dikorelasikan dengan usia pakai.

Contohnya, untuk mengisi baterai Viar Q1 hingga penuh sebesar 2 kWh butuh waktu lima jam. Dengan tarif dasar listrik PLN sebesar Rp 1.467 (Mei 2020), maka sekali isi hingga penuh hanya butuh Rp 2.934. Uang tersebut bisa digunakan untuk jarak tempuh 60 km.

Baca juga: Polisi Ikutan Go Green Pakai Mobil Listrik Tesla Model 3

"Kemudian kita bandingkan dengan motor konvesional, 60 km sekali isi bensin misalkan RON 90 per liter Rp 7.650 (Juni 2019). Itu belum bisa untuk 60 km. Anggap motornya skutik, dan bisa melaju 40 km per liter, artinya butuh 1,5 liter," kata Frengky.

Sedangkan pada mobil listrik, Ricky Humisar Siahaan, Deputy Product Division Head PT Sokonindo Automobile, menjelaskan, Glory E3 memiliki kapasitas baterai sebesar 52,56 kWh. Dengan kapasitas sebesar itu, Glory E3 mampu menempuh jarak hingga 405 km.

"Jarak dari Jakarta ke Semarang itu sekitar 400 km. Artinya, dengan baterai yang terisi penuh, Glory E3 mampu mencapai Semarang. Tentunya, dengan kecepatan yang konstan," ujar Ricky, di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019, di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD, beberapa waktu lalu.

Ricky menambahkan, jika membeli token atau listrik prabayar PLN seharga Rp 100.000 akan mendapat sekitar 66 kWh. Berarti, cukup untuk mengisi penuh baterai dari Glory E3. Bahkan, masih ada sisa untuk keperluan listrik rumah lainnya.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X