Saat Penerapan New Normal, Kota Bogor Tak Akan Longgarkan Aturan PSBB

Kompas.com - 20/05/2020, 10:12 WIB
Sejumlah warga dan pengendara motor memadati kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Kawasan pasar tradisional tersebut dipadati warga yang ingin berbelanja kebutuhan lebaran meskipun Pemerintah Kota Bogor sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAHSejumlah warga dan pengendara motor memadati kawasan Pasar Anyar, Kota Bogor, Jawa Barat, Senin (18/5/2020). Kawasan pasar tradisional tersebut dipadati warga yang ingin berbelanja kebutuhan lebaran meskipun Pemerintah Kota Bogor sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).
Penulis Ari Purnomo
|

BOGOR, KOMPAS.COM - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memastikan tidak akan melonggarkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) di fase new normal atau normal baru dalam perilaku kehidupan sehari-hari.

Semua aturan yang sudah diterapkan selama PSBB akan tetap dilaksanakan termasuk pemberian sanksi kepada para pelanggar hingga pemberlakuan PSBB rampung.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie Rachim mengatakan, meski kondisi fase new normal kesadaran masyarakat terhadap protokol Covid-19 tetap dilaksanakan.

Baca juga: Viral Video Kondisi di Pasar Anyar Macet, Ini Jawaban Wakil Wali Kota Bogor

“Selama belum ditemukan vaksin,kita harus menyesuaikan diri dengan sebelum merebaknya Covid-19,” katanya kepada Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Termasuk juga dalam hal penerapan aturan PSBB yang sama sekali tidak dilonggarkan. Dedie menambahkan, semua aturan dalam PSBB wajib dipatuhi oleh setiap warga dan juga para pengendara kendaraan.

Polisi melakukan himbauan kepada penumpang yang melewati jalan tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Polisi melakukan himbauan kepada penumpang yang melewati jalan tol Jakarta-Cikampek di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan 24 April 2020 pukul 00.00 WIB. Polda Metro Jaya melarang kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang keluar dari wilayah Jabodetabek. Pemeriksaan dan penyekatan kendaraan tersebut akan dilakukan di 18 titik pos pengamanan terpadu dan pos-pos check point di jalur tikus dan perbatasan.

“Aturannya masih sama sesuai dengan aturan PSBB sampai dengan tanggal 26 Mei 2020 mendatang,” ucapnya.

Dedie mengatakan, setiap pengendara wajib mematuhi aturan yang berlaku selama PSBB di Kota Bogor. Jika tidak, sanksi pun akan diberikan kepada para pelanggar sesuai dengan aturan berlaku.

Sebagai contoh, pengendara wajib mengenakan masker dan sarung tangan bagi kendaraan roda dua. Kemudian, tidak boleh berboncengan selain yang satu alamat dengan dibuktikan dari KTP.

Baca juga: Langgar PSBB Bogor, Puluhan Pengendara Dihukum Bersihkan Fasilitas Umum

“Kendaraan roda empat juga harus memakai masker dan mengatur jumlah penumpang hanya 50 persen,” katanya.

Begitu pula dengan kendaraan umum yang melintas juga wajib membatasi jumlah penumpangnya hanya 50 persen.

Selain itu, seluruh penumpang juga wajib untuk mengenakan masker dan menjaga jarak tempat duduknya.

Pemeriksaan kendaraan di Check point Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2020)DOKUMEN PRIBADI Pemeriksaan kendaraan di Check point Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (12/5/2020)

Pemkot Bogor juga sudah menyiapkan sejumlah sanksi kepada para pelanggar aturan PSBB. mulai sanksi teguran tertulis, kerja sosial hingga denda mulai Rp 50.000 hingga Rp 1 juta.

Sementara itu, sanksi putar balik bagi kendaraan yang tidak mengikuti aturan PSBB juga tetap diberlakukan. Sampai dengan Senin (18/5/2020) total kendaraan yang dipaksa putar balik mencapai 68 unit.

Baca juga: Penerapan Sanksi kepada Pengguna Kendaraan yang Melanggar PSBB Bogor

“Dari data yang masuk hingga 18 Mei terdapat 68 kendaraan yang diminta putar arah, terdiri dari 35 kendaraan roda empat, 24 sepeda motor dan 9 kendaraan umum,” ucap Dedie.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X