Seiring PSBB, Polri Perpanjang Pelaksanaan Operasi Ketupat 2020

Kompas.com - 20/05/2020, 08:22 WIB
Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPetugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Republik Indonesia ( Polri) memperpanjang masa pelaksanaan Operasi Ketupat 2020 seiring keputusan Gubernur DKI Jakarta menambah masa pembatasan sosial berskala besar ( PSBB) hingga 4 Juni 2020.

Bedanya, kali ini operasi kemanusiaan tersebut akan dibuat lebih luas, tidak hanya berkutat pada pencegahan pergerakan masyarakat untuk melakukan kegiatan mudik saja.

"Diperpanjang sampai 37 hari, awalnya hanya 16 hari. Ini berlaku untuk wilayah hukum di Polda Metro, Jawa Barat, banten, Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur," kata Kadiv Humas Polri Brigjen Pol Argo Yuwono dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Jakarta Perpanjang PSBB Hingga 4 Juni 2020

Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Selain menyiapkan penyekatan arus lalu lintas, Argo menyatakan, pihaknya bakal mengoptimalkan satgas-satgas bantuan operasi, seperti Satgas Antisipasi Terorisme, Satgas Pangan Polri, Satgas BBM, dan Satgas Anti Hoax.

Hingga saat ini, tercatat sudah ada 172.038 personel yang diturunkan dalam Operasi Ketupat 2020. “Seluruh Satgas kita optimalkan,” ucap dia.

Untuk diketahui, selama operasi ini, Polri menyiapkan 56 Pos Penyekatan yang meliputi Polda Metro 18 pos, Jabar 17 pos, Banten 6 pos, Jateng 5 pos, DIY 2 pos, dan Jatim 8 pos, dengan sasaran prioritas larangan mudik.

Baca juga: [OTOLIVE] Polisi Buka-bukaan Soal Larangan Mudik

Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono meninjau Operasi Ketupat Covid-19 2020 di Pelabuhan Merak, Minggu (26/4/2020).Foto: Korlantas.polri.go.id Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono meninjau Operasi Ketupat Covid-19 2020 di Pelabuhan Merak, Minggu (26/4/2020).

“Dalam operasi ini, kami mengupayakan cara preventif, humanis melalui imbauan, teguran dalam upaya pencegahan mudik,” ujar dia.

Pada kesempatan terpisah, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyatakan bahwa hingga saat ini pihaknya telah memaksa 52.076 kendaraan untuk putar balik yang hendak mudik.

Secara detail, jumlah tersebut terdiri dari Polda Metro Jaya 20.146 kendaraan, Polda Banten 6.418 kendaraan, Polda Jawa Barat 8.298 kendaraan, Polda Jawa Tengah 4.304 kendaraan, Polda DIY 516 kendaraan, Polda Jawa Timur 11.113 kendaraan, dan Polda Lampung 1.281 kendaraan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X