Mitos atau Fakta, Mobil Transmisi Matik Lebih Irit daripada Manual?

Kompas.com - 20/05/2020, 07:12 WIB
Ilustrasi berkendara. Stanly/OtomaniaIlustrasi berkendara.

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu alasan orang memilih mobil dengan transmisi otomatis atau matik, karena praktis dan efisien. Namun, ada juga yang beranggapan bahwa mobil matik lebih irit dibanding mobil manual.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan, kalau mobil matik zaman sekarang, dirinya cenderung lebih berani mengatakan lebih irit mobil matik.

Baca juga: Mengenal 4 Jenis Transmisi Matik pada Mobil dan Perbedaannya

"Sebab, di matik itu sekarang torsi dan tenaga yang ditransfer dari mesin ke roda bisa mencapai 100 persen. Kalau mobil matik yang lama kan paling tidak sampai 100 persen, bisa 98 persen," ujar Hermas, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Salah satu yang membuat kesan mewah pada kabin Xpander, ada pada tampilan tuas transmisi dan sekitarnya.MMKSI Salah satu yang membuat kesan mewah pada kabin Xpander, ada pada tampilan tuas transmisi dan sekitarnya.

Jadi, ada pemborosan 2 persen. Tapi kalau manual, begitu kopling dilepas, tenaga yang tersalurkan langsung 100 persen.

Sekarang, di mobil matik sudah ada bermacam-macam teknologi. Hermas menyebutkan salah satunya adalah torque converter clutch.

Teknologi baru yang dikembangkan untuk mengurangi efek slip dari transmisi matik, agar tenaga bisa tersalurkan 100 persen.

Tombol pengunci atau release button di tuas transmisi matik Tombol pengunci atau release button di tuas transmisi matik

"Jika mobil manual dan matik sama-sama ke luar kota dengan kecepatan di atas 60 kilometer per jam, itu tidak ada bedanya. Kedua transmisi sama-sama bisa menyalurkan 100 persen," kata Hermas.

Baca juga: Arti Kode Angka dan Huruf pada Mobil Transmisi Matik

Menurutnya, yang menjadi krusial kalau melaju di bawah 60 kilometer per jam. Transmisi matik belum menyalurkan tenaga 100 persen, karena sistemnya memang dirancang begitu.

Tapi, mobil manual juga ada kekurangannya, yakni di 0-60 kilometer per jam atau di kemacetan. Seseorang bawa mobil manual juga belum tentu melepas koplingnya dengan tepat. Kadang saat mengoper gigi, gasnya sedikit meraung atau mengoper giginya telat.

"Perilaku tersebut juga bisa berkontribusi terhadap konsumsi bahan bakar. Sedangkan di beberapa mobil matik, kan ada pilihan mode berkendara, salah satunya Eco Mode. Mode berkendara ini membuat perpindahan gigi 1, 2, dan 3 lebih cepat," ujar Hermas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X