Pabrik Hyundai di Indonesia Rampung Akhir 2020, Produksi Mulai 2021

Kompas.com - 16/05/2020, 17:34 WIB
Ilustrasi Hyundai ShuterstockIlustrasi Hyundai

JAKARTA, KOMPAS.com - Hyundai Motor Company menyatakan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) tidak membuat target pembangunan pabrik mobil di kawasan Deltamas, Bekasi, Jawa Barat terganggu.

Vice President of Hyundai Motor Asia-Pacific HQ Lee Kang Hyun menjelaskan, hal tersebut sesuai dengan komitmen perseroan yang telah disepakati bersama pemerintah Indonesia hingga 2030 mendatang.

"Walaupun ada covid-19 (pembangunan pabrik) tetap didukung oleh pemerintah. Jadi tetap memang pembangunannya bisa berlanjut. Mudah-mudahan sesuai schedule, yaitu akhir tahun bisa selesai," katanya dalam diskusi virtual, Jumat (15/5/2020).

Baca juga: Mobil Listrik Hyundai Siap Layani Tenaga Medis Covid-19

Ilustrasi Hyundai Ilustrasi Hyundai

Kemudian pada November 2021, pabrikan asal Korea Selatan itu mulai melakukan proses penjualan dan produksi mobil. Ada beragam model yang akan diproduksi, mulai dari sedan, sport utility vehicle (SUV), multi purpose vehicle (MPV), hingga electric vehicle.

"Hyundai sudah terkenal di dunia electric vehicle memang sudah cukup bagus dan juga tambahan yang hydrogen biofuel. Jadi memang dari Hyundai Manfaktur Indonesia juga sesuai brand internasional juga memang mempersiapkan produk-produknya," ujarnya.

Pada kesempatan sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Korea Selatan, Umar Hadi, mengatakan bahwa rencananya pabrik bakal diresmikan pada September atau Oktober 2020.

Baca juga: Industri Otomotif Terpukul, Gaikindo Bilang 2020 Sangat Berat

Hyundai Ioniq resmi layani penumpang Grab di BandaraKOMPAS.com/Stanly Hyundai Ioniq resmi layani penumpang Grab di Bandara

Adapun perkiraan kapasitas produksi pabrik, sekitar 300.000 unit per tahun. Jadi, total kapasitas produksi mobil nasional menjadi 2,5 juta setahunnya.

"Nanti beberapa industri pendukung akan dibangun di dekat pabrik seperti Lotte Advance Material, karena dia supply satu komponen. Kemudian LG, tapi ini sedang dibicarakan ya, untuk suplai baterai, dan sebagainya," kata Umar.

Untuk diketahui, pembangunan pabrik ini Hyundai berinvestasi hingga 1,55 miliar dolar Amerika Serikat (AS) atau Rp 21 triliun untuk 10 tahun mendatang. Pabrik itu akan jadi pusat basis produksi pertama Hyundai di kawasan ASEAN.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X