Mobil Lama Tidak Digunakan Selama PSBB, Oli Bisa Basi?

Kompas.com - 15/05/2020, 13:09 WIB
Ilustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC SHUTTERSTOCKIlustrasi mengganti oli mesin pada mobil LCGC
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) dan anjuran berkegiatan dari rumah beberapa waktu belakangan membuat intensitas penggunaan mobil berkurang.

Kini, dalam upaya memutus rantai penyebaran virus corona alias Covid-19 di Indonesia, kendaraan kesayangan tersebut lebih sering berdiam diri di garasi.

Meski demikian, pemilik diimbau untuk terus melakukan perawatan dan pengawasan terhadap mobil. Pasalnya, beberapa bagian bisa mengalami penyusutan fungsi. Lantas, bagaimana dengan oli?

Baca juga: Ban Mobil Butuh Dipersiapkan Selama Parkir Lama saat PSBB

Dipstick Oli Mesin mobilistimewa Dipstick Oli Mesin mobil

Terlebih, sebagaimana diketahui, tak jarang yang menyebut bahwa cairan pelumas ini bisa kadaluarsa atau habis masa optimalnya.

Menanggapi hal ini, Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Boediarto menjelaskan bahwa oli mesin tidak akan pernah basi maupun kadaluarsa, meski mobil tidak digunakan dalam waktu yang lama.

Namun, mesin mobil yang lama tidak dinyalakan bakal membuat penumpukkan di bak oli sehingga mengakibatkan terganggunya operasional mesin ketika ingin dikendarai.

"Tidak basi, oli mesin punya lifetime hanya kalau dipakai, karena dia akan kontaminasi dengan karbon pembakaran. Tapi kalau basi karena mobil tidak dipakai, itu tidak ada," katanya dalam diskusi virtual, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Banyak Begal Pecah Kaca, Simak Tips Aman Menyimpan Barang di Mobil

Periksa kondisi oli mesin dan air radiatorGhulam Muhammad Nayazri/Otomania Periksa kondisi oli mesin dan air radiator

"Oli akan menumpuk di bawah carter (bak penampungan oli). Dikhawatirkan, ini menimbulkan slush dan mengganggu operasional mesin saat ingin digunakan kembali," lanjut Budi.

Guna mencegah hal ini terjadi, diimbau untuk pemilik supaya rutin memanaskan kendaraan setiap tiga hari sekali agar melancarkan sirkulasi pada komponen-komponen terkait.

"Jika memungkinkan, jalankan juga mobil hingga 10 menit. Jadi informasi yang didapatkan terkait mobil mulai dari tekanan angin hingga alternator bisa diketahui," ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X