Perilaku Ini Juga Dilarang Saat Berkendara di Jalan Tol

Kompas.com - 09/05/2020, 15:02 WIB
Kendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGKendaraan pemudik dari arah Jakarta melewati jalan tol jakarta-cikampek di Cikampek, Jawa Barat, Minggu (2/6/2019). Sistem satu arah atau one way mulai diterapkan di jalan tol Jakarta-Cikampek hingga tol Batang-Semarang di Jawa Tengah pada H-6 Lebaran 2019, Kamis (30/5).
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com - Menaik atau menurunkan penumpang saat berkendara di jalan tol, menjadi tindakan yang dilarang.

Pasalnya, perbuatan ini tidak hanya bisa membahayakan diri sendiri tetapi juga untuk pengendara lain yang melintas.

Tidak hanya itu, perbuatan tersebut juga melanggar aturan perundang-undangan yang sudah ditetapkan selama ini.

Baca juga: Sanksi bagi yang Nekat Mudik, Tilang hingga Denda Rp 100 Juta

Selain menaikkan dan menurunkan penumpang, ada beberapa larangan lain yang juga tidak boleh dilakukan selama berkendara di ruas tol.

Direktur Utama (Dirut) PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) Ari Wibowo mengatakan, berkendara di ruas tol sudah ada aturannya yang ditetapkan oleh pemerintah.

Ilustrasi Pasang Segitiga Pengaman ketika Mobil Berhenti di Pinggir Jalan.istimewa Ilustrasi Pasang Segitiga Pengaman ketika Mobil Berhenti di Pinggir Jalan.

Beberapa larangan yang tidak boleh dilakukan selama berkendara di ruas tol di antaranya berhenti di bahu jalan.

“Jika tidak dalam kondisi darurat berhenti di bahu jalan juga tidak diperbolehkan,” kata Ari saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (9/5/2020).

Berhenti di bahu jalan juga bisa berbahaya terlebih jika bahu jalan yang digunakan untuk berhenti bukan bahu jalan yang sudah disediakan oleh pengelola.

Baca juga: Pengusaha Bus Wajib Seleksi Penumpang jika Tak Ingin Kena Sanksi

Larangan lainnya, Ari menambahkan, adalah mengendarai kecepatan di bawah 60 kilometer per jam atau pun di atas 100 kilometer per jam.

Tentunya aturan ini juga demi keselamatan para pengendara selama melakukan perjalanan serta tidak menghambat perjalan di tol.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X