Cara PO Bus Bertahan di Tengah Pandemi dan Larangan Mudik

Kompas.com - 08/05/2020, 10:22 WIB
Sejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri. ANTARA FOTO/ASEP FATHULRAHMANSejumlah warga membawa barang bawaan menuju bis antar provinsi untuk mudik lebih awal di Terminal Bus Pakupatan, Serang, Banten, Kamis (23/4/2020). Meski pemerintah melarang mudik lebaran tahun 2020, sejumlah warga tetap pulang ke kampung halamannya sebelum puasa dengan alasan sudah tidak ada pekerjaan meski nantinya harus menjalani isolasi mandiri.
|

JAKARTA, KOMPAS.com -  Salah satu yang terdampak ialah para pelaku di bidang Perusahaan Otobus (PO).

Pemilik PO Sumber Alam, Anthony Steven Hambali, mengatakan, saat ini banyak pengusaha bus yang sudah mulai defisit pengeluaran. Sebab bus tidak bisa beroperasi sedangkan harus bayar pegawai.

Baca juga: Masih Ada PO Bus yang Kucing-kucingan Angkut Pemudik

"Soal keadaan PO Bus, kita istilahnya pendapatan nol, sudah minus, sebisa mungkin bagaimana untuk gaji karyawan. Teman-teman PO Bus sudah bilang kalau begini terus 1-2 bulan sudah keok, tidak mungkin kalau tidak PHK," katanya kepada Kompas.com, Kamis (7/5/2020).

situasi terminal bus akaptribunnews.com situasi terminal bus akap

Pengurus Pengurus Pusat Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (Ipomi) ini juga mengatakan, jika kondisi terus seperti ini maka PO Bus hanya bisa bertahan sekitar dua bulan ke depan.

"Maksimal dua bulan, seperti kondisi saya sekarang ini, kemarin saya jual aset masih ada yang beli walau satu dua (unit), tapi masuk Mei ini orang walau ditawari barang murah juga tidak ada yang beli," katanya.

Baca juga: Jajal Usaha Logistik, PO Bus Terbatas Hanya Kirim Paket Tertentu

Anthony mengatakan, PO bus harus memutar otak agar bisa tetap mendapatkan penghasilan. Salah satunya beralih fungsi dari membawa penumpang menjadi kendaraan niaga angkutan barang.

Armada yang digunakan untuk angkut barang yaitu mikrobus dan bus besar. Untuk mikrobus, kursi penumpang bagian belakang dicopot, sehingga ada ruang yang luas untuk membawa barang.

“Untuk bus, tidak dicopot kursinya, nanti barangnya diletakkan di kabin,” kata Anthony.

Layanan pengiriman barang ini juga mulai diikuti oleh PO lainnya. Seperti PO Safari Dharma Raya dan Harapan Jaya. Melalui instagram PO Safari Dhrama Raya, melayani pengiriman paket cepat.

 

 

 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X