Jajal Usaha Logistik, PO Bus Terbatas Hanya Kirim Paket Tertentu

Kompas.com - 21/04/2020, 16:43 WIB
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019). KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGAKementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi melepas operasional perdana bus AKAP Tol Trans Jawa yang mengangkut pemudik ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Senin (27/5/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19, para pengusaha bus atau Perusahaan Otobus (PO) jadi salah satu sektor usaha yang merasakan dampak signifikan.

Apalagi dengan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah daerah, yang secara otomatis menurunkan jumlah okupansi penumpang.

Kurnia Lesani Adnan, Ketua Umum Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI), mengatakan, sejak pertengahan Maret 2020, sektor bus pariwisata sudah tak mendapat pemasukan.

Sementara bus antar kota antar provinsi (AKAP) pada Maret lalu masih beroperasi sebagian, dan April saat ini tersisa tinggal 10 persen.

Baca juga: Mudik Dilarang, Polisi Siapkan Rencana Penutupan Jalan Tol dan Non-Tol

Ilustrasi bus AKAP di sebuah terminaltribunnews.com Ilustrasi bus AKAP di sebuah terminal

Dengan diterapkannya larangan mudik, pada Mei mendatang diperkirakan jumlah penumpang bus AKAP anjlok 100 persen. Lantaran sudah tak bisa mengantar penumpang ke sejumlah tujuan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu strategi mengisi kekosongan, beberapa perusahaan bus kini putar otak mencoba bisnis angkutan logistik yang masih diperbolehkan pemerintah.

“Sektor logistik memang bisa dimanfaatkan, tapi sekarang kuenya sudah sangat mengecil. Belum lagi logistik yang diperbolehkan hanya angkutan sembako,” ucap Sani.

“Saya sendiri ada usaha logistik, biasanya seminggu bisa 50-70 truk, sekarang 5 truk saja sudah bagus. Karena aktivitas di sejumlah daerah menurun, pengiriman pun tidak banyak,” katanya.

Baca juga: Mudik Dilarang Pemerintah, Pengusaha Bus: Artinya Selesai buat Kami

Foto dirilis Kamis (2/5/2019), menunjukkan pekerja menyusun kardus makanan ringan sebelum didistribusikan di pusat pengolahan makanan ringan Klitik Irwan di Cirebon, Jawa Barat. Sentra produksi makanan ringan ini telah menggunakan jaringan gas bumi selama 22 tahun, yang jauh lebih hemat, murah, serta aman dibanding bahan bakar lainnya.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Foto dirilis Kamis (2/5/2019), menunjukkan pekerja menyusun kardus makanan ringan sebelum didistribusikan di pusat pengolahan makanan ringan Klitik Irwan di Cirebon, Jawa Barat. Sentra produksi makanan ringan ini telah menggunakan jaringan gas bumi selama 22 tahun, yang jauh lebih hemat, murah, serta aman dibanding bahan bakar lainnya.

Sani menambahkan, pengiriman paket menggunakan bus sebetulnya bukan pekerjaan yang utama.

Jasa ini awalnya muncul karena penumpang kerap membawa barang belanjaan yang cukup banyak untuk dibawa ke daerah tujuan.

“Selama ini kargo bisa ada karena penumpang kami belanja, misal rute Jakarta-Solo, dia naik bus sekalian bawa belanjaan untuk dijual ke daerah,” ujar Sani.

“Bus hanya bisa membawa kargo, paket ringan, seperti dus. Karena kami enggak bisa muat minyak, air mineral, dan sebagainya,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.