Nekat Selundupkan Pemudik, Sopir Travel Gelap Bisa Dipenjara

Kompas.com - 01/05/2020, 17:22 WIB
Sebuah mobil dijadikan travel gelap membawa penumpang rute Jakarta-Tasik saat PSBB ditangkap tim gabungan TNI, Polri di Pos Penjagaan Perbatasan Mangin, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020) dini hari. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHASebuah mobil dijadikan travel gelap membawa penumpang rute Jakarta-Tasik saat PSBB ditangkap tim gabungan TNI, Polri di Pos Penjagaan Perbatasan Mangin, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020) dini hari.
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Praktik travel gelap yang mengangkut para pemudik semakin marak, di tengah larangan mudik oleh pemerintah.

Bahkan, praktik ilegal dengan membawa pemudik agar bisa pulang ke kampung halamannya ini dilakukan secara terang-terangan melalui media sosial Facebook.

Selain melanggar aturan mudik, para sopir yang mengendarai mobil dan mengangkut penumpang juga melanggar aturan karena tidak mengantongi izin.

Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Mulai Mengemudikan Mobil

Sebagaimana diatur dalam Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ( LLAJ).

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Fahri Siregar mengatakan, bahwa travel gelap ini memanfaatkan mobil pribadi untuk mengangkut penumpang.

"Mereka ini bukan angkutan, tetapi mobil pribadi yang digunakan seperti travel sehingga tidak mempunyai izin,” katanya ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Fahri menambahkan, sopir travel ilegal yang nekat membawa pemudik ini akan dijerat dengan UU nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ.

Petugas PT Hutama Karya memberikan ienderamata kepada pengguna tol saat memberikan imbauan agar tidak mudik di ruas gerbang tol Medan-Binjai, Sumatera Utara, Kamis (30/4). Pihak kepolisian bersama operator tol PT Hutama Karya mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan tol untuk tidak mudik guna memutus rantai penyebaran Covid-19. SEPTIANDA PERDANA/Antara Petugas PT Hutama Karya memberikan ienderamata kepada pengguna tol saat memberikan imbauan agar tidak mudik di ruas gerbang tol Medan-Binjai, Sumatera Utara, Kamis (30/4). Pihak kepolisian bersama operator tol PT Hutama Karya mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan tol untuk tidak mudik guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Pasal yang dijeratkan adalah 308 UU nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ,” ucapnya.

Dalam pasal tersebut dijelaskan bahwa yang melakukan pelanggaran bisa dipidana dengan kurungan penjara paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Pasal tersebut menjelaskan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor umum yang: (a) tidak memiliki izin menyelenggarakan angkutan orang dalam trayek sebagaimana dimaksud dalam Pasal 173 ayat (1) huruf a.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kopling Bermasalah Bikin Mobil Lebih Boros BBM?

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X