Ragam Cara Penyelundupan Pemudik, Masuk Bagasi sampai Toilet Bus

Kompas.com - 01/05/2020, 14:18 WIB
Untuk menghindari razia yang digelar aparat selama PSBB, mereka rela duduk di bagasi bus dengan ongkos Rp 450.000. Foto diambil di Terminal Bus Ciledug, Jumat (24/4/2020) siang. Dokumentasi Pribadi/TWITTERUntuk menghindari razia yang digelar aparat selama PSBB, mereka rela duduk di bagasi bus dengan ongkos Rp 450.000. Foto diambil di Terminal Bus Ciledug, Jumat (24/4/2020) siang.
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga enam hari pelaksanaan Operasi Ketupat 2020, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sudah ada 15.239 kendaraan yang mencoba mudik namun berhasil dihalau dan diminta putar balik.

Jumlah itu pun kini bertambah di hari ketujuh (30/4/2020). Menurut Kepala Bagian Operasi Korlantas Polri Kombes Benyamin, jumlah sudah mencapai 18.500-an pemudik yang berhadil diputar balik oleh kepolisian.

"Hari ketujuh tambah jadi 18.500-an, secara detail kurang lebih sama dengan keenam, kendaraan pribadi paling mendominasi," ucap Benyamin saat dihubungi Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Penyelundupan

Menariknya, selain mobil pribadi yang banyak mecoba-coba untuk nekat mudik, tidak jarang bus antar kota antar provinsi (AKAP) dan travel yang juga mengadu nasib mencoba menyelundupkan pemudik ke kampung halaman.

Baca juga: Ekonomi Terdampak, Kemenhub Bahas Lagi Aturan Larangan Mudik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Benyamin mengatakan, polisi yang berjaga di pos-pos penyekatan masih banyak menemui modus yang dilakukan mayarakat agar bisa balik ke kampung halaman.

Kebanyakan dilakukan dengan mengunakan travel, bus antar kota antar provinsi (AKAP), dan truk.

Untuk kasus di bus AKAP, Benyamin mengatakan biasanya untuk mengalabui polisi paling utama dilakukan dengan mematikan lampu kabin saat malam hari dan merebahkan bangku agar terlihat tidak ada penumpang.

Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Petugas melakukan pemeriksaan di check point penyekatan pertama di ruas tol Jakarta - Cikampek Km 31, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat (24/4/2020). Larangan mudik mulai diberlakukan pemerintah mulai 24 April 2020 pukul 00.00 WIB untuk mencegah penyebaran Covid-19 melalui Operasi Ketupat 2020. Kendaraan pribadi baik motor atau mobil dan kendaraan umum berpenumpang dilarang keluar dari wilayah Jabodetabek.

Bahkan toilet dan bagasi yang ada pada sebagaian bus AKAP pun kerap digunakan bersembunyi pemudik.

Tujuannya agar penumpang tidak terlihat dari luar saat pemeriksaan dan bisa lolos dari pos pemeriksaan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.