Sewa Travel Gelap Jadi Modus Baru Pemudik untuk Kelabuhi Polisi

Kompas.com - 01/05/2020, 17:02 WIB
Ilustrasi pengecekan truk yang diduga bawa pemudik NTMCIlustrasi pengecekan truk yang diduga bawa pemudik
Penulis Ari Purnomo
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Larangan mudik yang dikeluarkan oleh pemerintah, ternyata tidak serta merta membuat para perantau bersedia tetap tinggal di tempat mereka selama ini mencari nafkah.

Tidak sedikit yang nekat berusaha untuk pulang kampung dengan melakukan berbagai cara. Salah satunya, yakni dengan menumpang travel ilegal yang akhir-akhir ini banyak beroperasi.

Praktik ilegal ini juga didapati oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya yang berhasil menggagalkan penyelundupan pemudik dengan menggunakan jasa travel gelap.

Baca juga: Lakukan 3 Hal Ini Sebelum Mulai Mengemudikan Mobil

Para pemudik berdalih nekat pulang kampung lantaran sudah tidak ada lagi pendapatan serta kekurangan uang untuk biaya hidup sehari-hari. Sehingga, mereka pun nekat menyewa travel gelap agar bisa mudik.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Fahri Siregar mengatakan, para pemudik itu mau mudik karena penghasilannya sudah berkurang.

Sebuah mobil dijadikan travel gelap membawa penumpang rute Jakarta-Tasik saat PSBB ditangkap tim gabungan TNI, Polri di Pos Penjagaan Perbatasan Mangin, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020) dini hari.KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Sebuah mobil dijadikan travel gelap membawa penumpang rute Jakarta-Tasik saat PSBB ditangkap tim gabungan TNI, Polri di Pos Penjagaan Perbatasan Mangin, Kota Tasikmalaya, Kamis (30/4/2020) dini hari.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Penghasilan mereka sudah mulai berkurang sehingga mau mudik dulu,” kata Fahri kepada Kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Para pemudik yang berhasil dicegah oleh jajaran kepolisian itu berencana akan pulang ke kampung halamannya di Jawa Tengah (Jateng).

Fahri menambahkan, dari keterangan para pemudik yang digagalkan diketahui bahwa rata-rata mereka adalah pekerja informal.

“Mereka yang tidak memiliki penghasilan tetap, sehingga nekat mudik ke kampung halaman. Ada pekerja kasar, ada karyawan,” ucap Fahri.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kopling Bermasalah Bikin Mobil Lebih Boros BBM?

Para pemudik itu diketahui naik dua mobil jenis minibus dan berhasil dicegah saat berada di check point di Kedung Waringin, Bekasi pada Kamis (30/4/2020).

Pengecekan pemudik di Tol Pandaan-MalangJasa Marga Pengecekan pemudik di Tol Pandaan-Malang

Dari dua mobil tersebut, total ada 10 penumpang termasuk dengan sang sopir. Selanjutnya, para pemudik tersebut diminta untuk kembali atau putar balik.

Sedangkan untuk kedua sopir yang nekat mengantar para pemudik diperiksa oleh petugas.
“Itu mobil pribadi tapi digunakan seolah-olah untuk travel, jadi kami menyebutnya sebagai travel gelap. Jadi mereka juga tidak mempunyai izin,” ujarnya.

Baca juga: Pemberian Sanksi bagi Pengemudi yang Melanggar PSBB Surabaya

Seperti diketahui pemerintah telah mengeluarkan aturan larangan mudik di momen Lebaran tahun ini. 

Regulasi ini tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) PM 25 tahun 2020 tentang Pembatasan Transportasi Mudik Libur Idul Fitri 1441.

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X