Masih Perlu atau Tidak Memanaskan Mesin Mobil?

Kompas.com - 01/04/2020, 08:12 WIB
Ilustrasi mesin mobil overheat SHUTTERSTOCKIlustrasi mesin mobil overheat
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Imbauan berkerja dari rumah (work from home/WFH), untuk mencegah penyebaran virus covid-19, bisa membuat kendaraan seperti mobil menjadi jarang digunakan. Meski demikian, mobil yang terparkir pun harus sering dipanaskan agar aki tidak mudah soak.

"Menghidupkan mobil sebenarnya lebih untuk merawat baterai (aki) agar selalu dalam kondisi terisi. Pengisian aki oleh alternator akan lebih baik apabila mobil dalam kondisi berjalan," kata Sapta Agung Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Bekasi Barat, Selasa (31/3/2020).

Adapun untuk mobil keluaran terbaru, sebetulnya sudah tidak lagi harus memanaskan mesin sebelum mulai jalan. Alasan utama, teknologi yang tersemat sudah lebih canggih dibandingkan model dahulu.

Baca juga: Apa Efek Pasang Ban Mobil Tak Sama Antara Kiri dan Kanan?

Ilustrasi penitipan dan parkir mobil di bandara.airportparkingreservations.com Ilustrasi penitipan dan parkir mobil di bandara.

Sapta mengatakan, mobil generasi Fuel Injection yang sudah didukung oleh Computerized tidak perlu lagi ada pemanasan, apalagi sampai diinjak gas dalam-dalam.

"Hanya akan membuang-buang bahan bakar saja, karena teknologi mobil zaman sekarang tidak lagi menggunakan karburator," katanya.

Sapta melanjutkan, mobil baru sudah tersedia Valve Adjuster yang menahan oli tidak langsung turun ke penampungan (carter) sehingga saat mesin bekerja, oli bisa langsung melumasi bagian mesin. Oli pun kini bisa lebih cepat naik ke mesin karena didukung teknologi oil pump yang lebih baik.

"Jadi untuk menghidupkan mesin, sekarang ini sudah didukung oleh sensor-sensor, seperti temperatur lingkungan, temperatur oli, dan sebagainya sehingga komputer bisa langsung menghitung campuran bahan bakar yang tepat untuk bisa menghidupkan mesin," ujar Sapta.

Ilustrasi menyalakan mesin mobildoityourself.com Ilustrasi menyalakan mesin mobil

Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak Jakarta Selatan, Suparna, mengatakan, jika tujuannya agar aki tidak tekor, maka mesin mobil tidak cukup hanya dalam kondisi langsam (idle).

Baca juga: Perhatikan Hal Ini Saat Mencuci Mesin Motor

"Tidak cukup hanya posisi langsam saja, buka gas sedikit tinggi tapi tidak perlu sampai gerung-gerung misalkan idling dikisaran 700-800 rpm, kita gas sekitar 1.000- 1.200 rpm itu hanya kondisi agar aki tidak tekor," katanya.

Sejalan dengan Sapta, Suparna mengatakan, sambil dipanaskan lebih bagus lagi kalau mobil diajak jalan meski tidak jauh. Sebab seperti disebutkan, saat dikendarai artinya mobil harus digas.

"Tapi lebih bagus lagi tipsnya adalah kendaraan dipakai, saat ini WFH kita kan tidak berarti lockdown sama sekali tidak boleh keluar rumah, jadi paling bagus kendaraan dikeluarkan dari garasi, diajak muter meski tidak jauh," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X