Kompas.com - 01/04/2020, 07:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Masa tanggap darurat virus corona atau Covid-19 telah diperpanjang hingga 19 April 2020. Sejumlah instansi pemerintah dan swasta pun menerapkan kebijakan work from home (WFH) untuk mencegah penyebaran virus corona.

Kondisi ini secara langsung membuat situasi jalan di sekitaran DKI Jakarta cenderung lengang. Kemacetan yang hampir terjadi setiap hari, kini sudah jarang kelihatan.

Akan tetapi hal ini malah dimanfaatkan sebagian orang untuk memacu kendaraannya dengan cepat, hingga mengakibatkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas).

Baca juga: Sabun Bayi Ampuh Tangkal Virus Corona pada Kabin Mobil

Stabil saat diajak ngebut di jalan bebas hambatanKompasOtomotif Stabil saat diajak ngebut di jalan bebas hambatan

Marcell Kurniawan, Training Director The Real Driving Center (RDC), mengatakan, pengemudi harus tetap berkendara dengan mematuhi aturan kecepatan yang berlaku.

“Saat kondisi jalan sepi karena pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini, bisa saja kita terdorong untuk menambah kecepatan kendaraan,” ujar Marcell, kepada Kompas.com (31/3/2020).

“Oleh karena itu, jangan pernah lupa untuk menahan diri dan tetap sadar untuk tidak over speeding saat mengemudi,” katanya.

Baca juga: Harga Toyota Starlet Bisa Tembus Ratusan Juta Rupiah

Ilustrasi berkendara.Stanly/Otomania Ilustrasi berkendara.

Menurutnya, jika dibandingkan dengan wabah virus corona, kecelakaan sejak dulu telah banyak membunuh orang. Marcell juga berujar, di Indonesia setiap jam ada tiga orang meninggal dunia karena kecelakan lalu lintas.

“Virus laka lantas jauh lebih mematikan dari Covid-19, karena faktanya sebagian kecelakaan fatal terjadi karena ngebut. Misalnya saat kecepatan 50 kpj, kita ada distraksi 1 detik saja, maka kita tidak melihat jalan sejauh 14 meter,” kata Marcell.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.