Rupiah Melemah Hingga Dekati Rp 17.000, Harga Mobil Bisa Naik

Kompas.com - 23/03/2020, 18:55 WIB
Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOPengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah terus melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) di tengah wabah corona Indonesia pada perdagangan pasar spot, Senin (23/3/2020).

Posisi ini anjlok 19,36 persen dibandingkan nilai pada perdagangan sejak awal tahun. Kini, rupiah berada di posisi Rp 16.720 per dollar AS.

Berbagai agen tunggal pemegang merek (ATPM) otomotif di dalam negeri tak menampik sedang memberi perhatian tersendiri pada isu tersebut.

Sebab, nilai tukar rupiah merupakan salah satu faktor penentu harga kendaraan bermotor.

Baca juga: Pemerintah Larang Mudik Bareng, Honda Cari Opsi Lain buat Konsumen

Honda Brio RSKOMPAS.com/Gilang Honda Brio RS

"Benar, saat ini nilai tukar rupiah yang semakin melemah terus kita pantau setiap harinya. Kondisi ini terus berubah secara cepat untuk terus menyesuaikan strategi," kata Business Innovation and Sales & Marketing PT Honda Prospect Motor (HPM) Yusak Billy, saat dihubungi Kompas.com, Senin (23/3/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pada situasi seperti ini, kami menyikapinya dengan melakukan efisiensi dalam berbagai proses bisnis untuk tetap menjaga produktivitas tinggi," lanjut Billy.

Walau tidak mengatakan secara pasti kapan ATPM melakukan revisi harga kendaraan, sekarang ini keadaan rupiah dipastikan masih bisa tertahan.

Baca juga: Ramai Virus Corona, Masyarakat Bisa Servis Motor di Rumah

Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.TAM Pada tahun pertamanya, Toyota Avanza berhasil terjual 43 ribu unit.

"Namun jika keadaannya tidak membaik, bisa berdampak pada kenaikkan harga kendaraan, khususnya yang completely built up (CBU)," kata Marketing Director PT Toyota Astra Motor (TAM) Anton Jimmy.

Adapun besaran kenaikan harga kendaraan baru, tergantung pada seberapa banyak komponen yang diimpor. Tapi secara keseluruhan, mobil yang dipasarkan di Tanah Air akan berdampak.

"Hal ini dikarenakan tidak semua kendaraan local part. Memang, yang paling besar itu dampaknya pada kendaraan CBU. Kita harap nilai tukar rupiah kembali menguat," kata Anton.

Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO Pengunjung menyaksikan pameran otomotif Telkomsel Indonesia International Motor Show (IIMS) 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (26/4/2019). Pameran otomotif terbesar ini akan berlangsung hingga 5 Mei 2019 mandatang.

Sementara itu, produsen asal Jerman, BMW, mengaku belum begitu terdampak pelemahan rupiah terhadap dollar AS. Seluruh produk yang dipasarkan, baik itu CBU maupun CKD, belum mengalami masalah.

"Karena sebagai perusahaan asal Jerman, mata uang euro lebih berpengaruh daripada dollar AS," kata Director of Communication BMW Group Indonesia, Jodie O'tania.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X