Pelek Buatan Karawang Punya Kualitas Internasional

Kompas.com - 23/03/2020, 13:58 WIB
Pelek buatan PAKO GROUP NMAAPelek buatan PAKO GROUP
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Industri otomotif di Indonesia tak hanya sekadar membuat mobil dan sepeda motor saja, namun juga ditunjang dengan komponen lain yang dibuat secara lokal. Salah satunya seperti pelek mobil garapan PAKO GROUP.

Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1974 ini fokus memproduksi pelek untuk memenuhi kebutuhan original equipment manufacturer ( OEM) ke beberapa agen pemegan merek (APM). Mulai dari Toyota, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Honda, bahkan sampai Lexus.

Dalam kesempatan kunjungan pabrik di Karawang Timur, Jawa Barat, tim National Modificator & Aftermarket Association ( NMAA) melihat bila ternyata perusahaan ini dipercaya menjadi suplier pelek OEM beberapa produsen mobil di Jepang, Thailand, Malaysia, Hungaria, dan Jerman.

Baca juga: Jangan Asal Aktifkan Fitur Sirkulasi Udara Kabin Mobil

"Standar kualitas produk kami memenuhi standar mutu produk pelek di beberapa negara, karena itu produk kita dipakai beberapa prinsipal mobil di luar negeri. Bahkan OZ Racing sempat membuat salah satu lineup peleknya di pabrik kami," ujar Davy Kurnia, Senior General Manager Marketing and R&D Styling Design Department PAKO GROUP, dalam keterangan resmi NMAA, Senin (23/3/2020).

Proses pembuatan dilakukan secara efisien, baik untuk pelek jenis alloy maupun besi. Untuk membuat satu pelek alloy dari bahan mentah sampai jadi, dibutuhkan sekurangnya dua hari pengerjaan.

Dengan metode low pressure casting dalam mencetak pelek, pabrik ini bisa menghasilkan pelek cetak mentah setiap 60 detik.

Pelek buatan PAKO GROUPNMAA Pelek buatan PAKO GROUP

Sebelum bisa digunakan, pelek tersebut harus melalui beberapa tahapan seperti melubangi PCD dan pentil, proses x-ray untuk melihat struktur dalam pelek, pemanasan, pengecatan, serta pemotongan di mesin CNC untuk mendapatkan aksen diamond cut finishing.

Menurut Yeremia Dwi, Marketing Department Head PAKO GROUP, proses paling lama dalam pembuatannya adalah pemanasan pelek yang sudah terbentuk. Hal ini dilakukan untuk menguatkan struktur bagian dalam.

"Kurang lebih dibutuhkan 8 jam untuk benar-benar membuat pelek menjadi solid," kata Dwi.

Proses tersebut berbeda dengan pembuatan pelek besi atau steel. Bahan baku berupa lempengan besi (koil) dibentuk dengan cara ditekan paralel lempengan yang membentuk rim (lingkar pelek) dan dish (face) dikerjakan dalam lining dan mesin yang berbeda.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X