Kompas.com - 14/03/2020, 11:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Yamaha F1ZR sudah termasuk ke dalam kategori sepeda motor lawas. Terakhir kali diproduksi pada 2004.Tak heran jika sekarang ini banyak yang kondisinya sudah jauh dari kondisi barunya.

Namun, motor bebek 2-tak ini mulai banyak diincar para penggemar roda dua. Meskipun, tak sedikit yang harus merelakan waktu, tenaga, dan uangnya, untuk merestorasi F1ZR.

Baca juga: Deretan Motor Bebek 2 Tak yang Paling Banyak Direstorasi

Salah satunya adalah Ainto Harry Budiawan, yang memiliki F1ZR lansiran 2000 yang dibelinya dari daerah Yogyakarta. Pria yang akrab disapa Kriwil Tu'struk ini mengatakan, sempat tertipu saat membeli motor tersebut.

Yamaha F1ZRAinto Harry Budiawan Yamaha F1ZR

"Saya lihat motor ini ada yang jual dengan harga miring, tapi posisinya di Jogja. Lalu, saya minta tolong ayah dan paman saya yang ada di sana untuk mengecek kondisi motor tersebut dan melakukan penawaran," ujar Kriwil, saat dihubungi Kompas.com, belum lama ini.

Kriwil menambahkan, dirinya hanya bisa mendengar suara motor lewat telepon, yang saat itu terdengar halus. Sedangkan kondisi bodi, Kriwil masih memakluminya, karena tergolong motor tua.

Baca juga: [POPULER OTOMOTIF] Mobil Bekas di Bawah Rp 100 Juta | Motor Bebek 2-Tak

"Sewaktu motornya datang dan akhirnya bisa lihat langsung, tertanya kondisinya cukup parah. Sudah terlanjur, jadi sekalian saja direstorasi," kata Kriwil.

Yamaha F1ZRAinto Harry Budiawan Yamaha F1ZR

Kriwil pun menelanjangi F1ZR miliknya. Bagian rangka ada yang retak, terpaksa dilas lagi, baru kemudian dicat ulang. Bagian mesin juga dibelah dan beberapa komponennya diganti, seperti blok mesin, piston, dan kampas kopling.

"Gir set, sokbreker depan dan belakang, jok, footstep depan, bodi, semua diganti orisinal, kecuali striping-nya. Untuk striping, saya pakai yang model Milenium, tapi tiruannya. Kalau yang orisinal sudah jarang ada yang jual," ujar Kriwil.

Yamaha F1ZRAinto Harry Budiawan Yamaha F1ZR

Kriwil menjelaskan, komponen yang masih bertahan sedari motor tersebut dibeli hanya crankcase, head, rangka, swingarm, dan pelek.

"Motor ini dipakai untuk pribadi, tapi kalau ada yang mau beli tetal dijual. Buka harga Rp 21 juta," kata Kriwil, yang menerima jual beli dan siap mencarikan F1ZR untuk para penggemar roda dua yang tidak mau repot.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.