Ada Corona, Kemenperin Optimistis Otomotif Naik 6 Persen Tahun Ini

Kompas.com - 10/03/2020, 08:02 WIB
Pekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot NugrohoPekerja merakit mobil pick up di Pabrik Mobil Esemka, Sambi, Boyolali, Jawa Tengah, Jumat (6/9/2019). Presiden Joko Widodo meresmikan pabrik mobil PT Solo Manufaktur Kreasi (Esemka) untuk mulai beroperasi memproduksi mobil. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/foc.

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita optimistis industri otomotif mampu tumbuh hingga 6 persen pada tahun ini, meski di tengah tekanan ekonomi global serta ancaman wabah virus corona.

Alasannya, pemerintah akan memberikan proteksi dan menyiapkan beragam insentif terhadap lima sektor manufaktur, termasuk otomotif, yang mendapat prioritas penembangan dalam kesiapan memasuki era industri 4.0.

"Kita semua harus punya semangat optimisme dalam membangun industri, karena akan berdampak luas terhadap perekonomian, seperti pada bertambahnya devisa negara dan penyerapan tenaga kerja," katanya dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (9/3/2020).

Baca juga: Demi Daya Saing, Kemenperin Perdalam Struktur Manufaktur Otomotif

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin)KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARI Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita memimpin rapat koordinasi di Kemenperin, Jakarta, Senin (30/12/2019). (Foto: Humas Kemenperin)

Adapun kemudahan yang akan disediakan untuk menciptakan iklim industri yang kondusif ialah, memberikan kemudahan perizinan dan insentif fiskal seperti super tax deduction.

"Langkah ini ujungnya adalah meningkatkan investasi dalam hal menciptakan inovasi dan penguatan kompetisi sumber daya manusia di sektor industri," kata Agus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara untuk melindungi industri otomotif dalam negeri, khususnya pada produsen kendaraan komersial, Agus menyatakan pihaknya tidak akan memberikan izin untuk impor truk bekas,

"Proteksi ini diberikan untuk meningkatkan utilitas industri kita. Jadi, saya memastikan bahwa impor itu tidak terjadi, kecuali memang belum bisa diproduksi di sini," kata dia.

“Lagi pula, industri ini punya kemampuan dan utilisasinya masih bisa ditingkatkan. Untuk itu tidak perlu impor truk bekas agar tidak menciderai sektor kendaraan komersial nasional," lanjutnya.

Baca juga: Larangan Truk ODOL di Tol Jakarta-Bandung Berlaku Tanpa Pengecualian

Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal,  Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.KOMPAS.com / RODERICK ADRIAN MOZES Mobil-mobil produksi PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, saat tiba di dermaga Car Terminal, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (10/6/2015). Mobil-mobil ini akan diekspor ke sejumlah negara, antara lain di Timur Tengah.

Lebih lanjut, Kemenperin dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akan saling berkolaborasi mempertajam taji sektor otomotif di dalam negeri. Apalagi, pemerintah telah memasang target ekspor untuk kendaraan untuh atau completely built up (CBU) Indonesia bisa tembus 1 juta unit di 2024.

“Kami terus berkoordinasi dengan Gaikindo, termasuk mengenai terjaganya kebutuhan bahan baku di tengah dampak Covid-19 (virus corona). Rata-rata industri otomotif ini masih punya cadangan bahan baku yang cukup. Kami juga mengikuti informasi bahwa beberapa industri di China dan Jepang, mulai kembali normal berproduksi,” ujar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.