Tes Praktik di Jalan Lebih Penting Ketimbang Psikotes saat Membuat SIM

Kompas.com - 09/03/2020, 15:23 WIB
Beberapa peserta ujian SIM saat praktik di jalan Udayana, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). KOMPAS.com/ Karnia SeptiaBeberapa peserta ujian SIM saat praktik di jalan Udayana, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).
|

JAKARTA, KOMPAS.comTes psikologi bagi pemohon SIM baru, belakangan tengah menjadi pembicaraan. Banyak yang menganggap psikotes hanya akan menjadi pos biaya baru di kepolisian, dan membuat ongkos penerbitan SIM makin mahal.

Jusri Pulubuhu, Founder & Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), mengatakan, psikotes bagi pemohon SIM pada dasarnya perlu dan penting.

Namun dari sekian komponen penilaian saat pengambilan SIM, masih ada yang harus diprioritaskan. Salah satunya tes praktik di jalan, yang menurut Jusri menghilang dari daftar uji SIM.

Baca juga: Resmi, Truk ODOL Tak Boleh Melintas Tol Jakarta-Bandung

Ilustrasi : Petugas ruang Simulator Ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM) C atau kendaraan roda dua di Satlantas Mapolrestabes Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Ilustrasi : Petugas ruang Simulator Ujian Surat Ijin Mengemudi (SIM) C atau kendaraan roda dua di Satlantas Mapolrestabes Kota Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Untuk diketahui, tes praktik di jalan menurut Jusri sudah muncul sejak tahun 1960-an. Dirinya pun sempat merasakan saat membuat SIM pertama kali. Namun ujian ini menghilang sekitar 1990-an.

Padahal menurutnya, standar ujian SIM harus mencakup beberapa macam tes. Mulai dari tes tertulis, tes simulasi menggunakan alat, tes praktik di lapangan, dan tes praktik di jalan.

“Ini yang harusnya lebih dulu dijalankan dan dipastikan, apalagi standar di daerah-daerah kadang masih berbeda dengan di kota besar,” ujar Jusri kepada Kompas.com (9/3/2020).

Baca juga: Larangan Truk ODOL di Tol Jakarta-Bandung Berlaku Tanpa Pengecualian

Ilustrasi Ujian SIMKOMPAS.com/ Junaedis Ilustrasi Ujian SIM

Selain itu, dengan melakukan tes praktik di jalan, kepolisian bisa langsung mendapatkan hasil soal gambaran perilaku seseorang saat berkendara di jalan.

Sebab dalam ujian tes simulasi menggunakan alat dan tes praktik di lapangan sebetulnya kepolisian tidak mendapat apa-apa, karena objek di sekelilingnya tidak bergerak.

Berbeda dengan tes praktik di jalan yang serba dinamis dan natural, sehingga dapat menguji kemampuan sesungguhnya.

Baca juga: Orang Luar Negeri Kaget Indonesia Bisa Bikin Bus Bagus

Demi membantu pemohon SIM menjalani ujian praktik dengan baik, Satlantas Polres Gresik membuka layanan coaching clinic.KOMPAS.com / Hamzah Demi membantu pemohon SIM menjalani ujian praktik dengan baik, Satlantas Polres Gresik membuka layanan coaching clinic.

“Kalau cuma ingin mengetahui attitude seseorang saat berkendara di jalan, sebaiknya mulai lagi tes praktik di jalan,” katanya.

“Di sana komponen penilaian saat psikotes bisa terlihat semua, mulai dari emosi, kepatuhan, empati, dan keterampilan dalam berlalu lintas,” ucap Jusri.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X