Mengenal WIM, Alat Pintar Pendeteksi Truk ODOL di Jalan Tol

Kompas.com - 09/03/2020, 13:11 WIB
Razia ODOL di Jagorawi Razia ODOL di Jagorawi
Penulis Stanly Ravel
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mulai Senin (9/3/2020), Kementerian Perhubungan ( Kemenhub) resmi melarang truk over dimension over load ( ODOL) melintas ruas tol Tanjung Priok hingga Bandung, Jawa Barat.

Pemberlakukan dilakukan secara menyeluruh, termasuk juga untuk tujuh komoditas yang mendapat toleransi atas kesepakatan dengan Kementerian Perindustrian (Menperin) dan Kementerian PUPR pada akhir Februari 2020.

Dari total 187 gerbang tol yang berada sepanjang Tol Jakarta-Bandung, Kemenhub memperioritaskan 26 gerbang tol yang akan diawasi ketat selama 24 jam penuh selama satu bulan.

Baca juga: Daftar 26 Gerbang Tol yang Siap Tindak Truk ODOL

Proses pengawasan akan dilakukan melalui alat timbang portable, yakni weight in motion ( WIM). Lantas bagaimana cara kerja alat tersebut untuk mendeteksi adanya truk ODOL.

Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiadi KOMPAS.com/Rully R. Ramli Dirjen Hubdar Kemenhub Budi Setiadi

Sebelumnya, Direktur Pembinaan Keselamatan Kemenhub Risal Wasal, menjelaskan bila WIM merupakan alat pengukur terbaru yang dapat menimbang beban kendaraan pada kondisi bergerak, tidak statis seperti pada jembatan timbang yang ada di Unit Pelaksanaan Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB).

"Kalau untuk di jalan tol kami akan gunakan WIM. Secara data yang dapat dihimpun juga tak kalah lengkap, menyangkut beban total atau groos weight, jarak antar gandar, klasifikasi kendaraan, beban gandar, dan kecepatan kendaraan," ucap Risal beberapa waktu lalu.

Truk terjaring ODOL di Tol BSD Truk terjaring ODOL di Tol BSD

Beberapa teknologi sensor pada WIM juga sudah dikembangkan, seperti strain gages, load cell, dan piezoelectrik.

Tak hanya mengukur beban, teknologi pada WIM juga diklaim bisa memprediksi umum jalan, mengevaluasi pemeliharaan serta perawatan perkerasan jalan secara periodik, sampai memantau kerusakan jalan akibat kendaraan atau vehicle demage factor (VDF).

Menurut Risal, WIM akan lebih fleksibel digunakan untuk mengukur adanya indikasi truk ODOL di jalan tol. Karena selama ini truk ODOL lebih memilih menggunakan jalan tol untuk menghindari jembatan timbang yang ada di daerah atau kabupaten.

Baca juga: Resmi, Truk ODOL Tak Boleh Melintas Tol Jakarta-Bandung

Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi,  Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).KOMPAS.com/HILDA B ALEXANDER Aktivitas pengecekan kendaraan logistik di Tol Purbaluenyi KM 120 Ruas Cipularang. Pengecekan ini dalam rangka operasi over dimension over load (ODOL) yang dilakukan oleh PT Jasamarga Cabang Purbaleunyi, Dinas Perhubungan Provinsi Jabar, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Balai Pengelola Transportasi Darat Kementerian Perhubungan, dan Satlantas Polres Purwakarta, Kamis (12/9/2019).

Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar oleh Badan Litbang Perhubungan pada 2018 silam, dijelaskan bila WIM memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam mengukur beban kendaraan dan melakukan justifikasi kendaraan angkutan barang bermuatan lebih.

Namun, keakurasian WIM harus dikalibrasi ulang setiap tahunnya dan disertifikasi kembali oleh Badan Meteorologi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X