Catat, Ini Lokasi Tes Psikologi Pemohon SIM di Kota Solo

Kompas.com - 08/03/2020, 18:38 WIB
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Satlantas Polresta Solo akan mewajibkan pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) mengikuti tes psikologi.

Aturan baru ini mulai diberlakukan Senin (9/3/2020) dan serentak di wilayah Jawa Tengah (Jateng) termasuk di Kota Solo.

Untuk wilayah Kota Solo, lokasi tes psikologi ini tidak diadakan di kantor Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Satlantas Polresta. Melainkan diadakan di lokasi tersendiri yang terpisah dari Satlantas.

Satlantas Polresta Solo, Kompol Busroni mengatakan, tes psikologi ini akan diadakan di Jalan Melati No. 10 Laweyan Surakarta.

Bagi para pemohon SIM, baik yang akan melakukan perpanjangan maupun membuat baru bisa melakukan tes di lokasi tersebut.

Baca juga: Ada Tambahan Tes Psikologi, Ini Alur Membuat SIM

“Lokasinya itu ada di sampingnya (timur) RS Kasih Ibu,” kata Busroni kepada Kompas.com, Minggu (8/3/2020).

Busroni menambahkan, psikolog yang akan menguji para pemohon SIM merupakan rekomendasi dari Polda Jateng.

Lokasi tes psikologi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat pada Kamis (21/6/2018). RIMA WAHYUNINGRUM Lokasi tes psikologi di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat pada Kamis (21/6/2018).

Sehingga, nantinya psikolog lah yang akan menilai apakah pemohon layak mendapatkan SIM atau tidak.

Tes psikologi ini untuk mengetahui kondisi kejiwaan para pemohon SIM. Terutama bagaimana psikologi pengendara saat terjadi kecelakaan, mencelakai atau menimbulkan kerugian akibat kecelakaan,” ujarnya.

Adanya tes psikologi ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan di jalan raya. Menurutnya, angka kecelakaan yang terjadi saat ini cukup tinggi bahkan melebihi jumlah korban dari korban perang.

Baca juga: Jika Gagal Tes Psikologi, Pemohon SIM Bisa Mengulang?

“Ini yang harus menjadi perhatian kita semua, kecelakaan lalu lintas ini sangat tinggi. Bahkan korban kecelakaan ini melebihi jumlah korban perang,” katanya.

Maka dari itu, diharapkan dengan adanya tes psikologi ini bisa mengurangi angka kecelakaan yang terjadi akibat pengendara yang tidak mampu mengendalikan emosi di jalan raya.

Busroni juga menampik jika aturan baru ini mempersulit para pemohon SIM. Menurutnya, tes kejiwaan ini sangat diperlukan untuk kondisi lalu lintas saat ini.

Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik.KOMPAS.com / Hamzah Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik.

“Bukan ribet, ini memfilter karena saat ini kecelakaan didominasi oleh kesalahan manusia, bukan semata-mata ribet atau tidak ribet,” ujarnya.

Mengenai biaya tes psikologi, Busroni mengatakan, biayanya diperkirakan sebesar Rp 50.000. Maka dari itu, bagi para pemohon SIM harus menambah biaya untuk pembuatan SIM.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.