Jika Gagal Tes Psikologi, Pemohon SIM Bisa Mengulang?

Kompas.com - 08/03/2020, 08:02 WIB
Yamaha Mio Z sedang dipakai untuk ujian SIM C di Kantor Dinas Sosial Jakarta Timur, (31/3/2016). Yamaha DDSYamaha Mio Z sedang dipakai untuk ujian SIM C di Kantor Dinas Sosial Jakarta Timur, (31/3/2016).
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Penerapan tes psikologi bagi para pemohon Surat Izin Mengemudi (SIM) di wilayah Jawa Tengah (Jateng), bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pengemudi kendaraan.

Aturan baru ini akan mulai diterapkan pada Senin (9/3/2020) serentak di 35 Polres di Jateng, termasuk di Kota Solo.

Nantinya para pemohon SIM, baik untuk pembuatan baru maupun perpanjangan dengan berbagai tipe SIM wajib mengikuti tes psikologi.

Tes kejiwaan ini hampir sama dengan tes kesehatan KIR yang wajib dijalani oleh para pemohon SIM maupun yang akan memperpanjang.

“Jadi selain dipastikan kesehatan jasmaninya yakni dengan ujian KIR dokter juga harus dipastikan kesehatan rohaninya pemohon SIM dengan tes psikologi ini,” kata Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2020).

Baca juga: Ini Tujuan Polresta Solo Terapkan Tes Psikologi untuk Pemohon SIM

Untuk tes psikologi ini, tidak dilakukan di Satuan Penyelenggara Administrasi (Satpas) Satlantas Solo. Tetapi, di tempat tersendiri yang sudah disediakan oleh psikolog, yakni di timur RS Kasih Ibu.

Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik.KOMPAS.com / Hamzah Aiptu Jailani (tengah) saat memberi pelatihan kepada pemohon SIM di halaman Satlantas Polres Gresik.

“Psikolog yang sudah ditunjuk untuk melakukan tes itu merupakan rekomendasi dari Polda Jateng. Psikolog itu yang akan mengetahui kondisi kejiwaan para pemohon SIM,” ucapnya.

Busroni menyampaikan, bagi para pemohon SIM yang gagal melalui tes psikologi bukan berarti tidak bisa mendapatkan izin berkendara.

Nantinya psikolog akan memberikan catatan kepada pemohon mengenai kendala penyebab ketidaklulusannya. Kegagalan itu bisa diperbaiki dan pemohon bisa kembali mengikuti tes psikologi.

“Jika nanti tidak lulus bisa mengulangi lagi di mana bagian yang tidak lulus. Dan psikolog juga akan memberikan rekomendasi atau catatan untuk yang tidak lulus,” ujarnya.

Baca juga: Tes Psikologi untuk Pemohon SIM Dimulai Pekan Depan

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X