Pengguna Kendaraan, Catat Ini Kawasan Rawan Kecelakaan di Solo

Kompas.com - 07/03/2020, 15:02 WIB
Ilustrasi kecelakaan mobil. SHUTTERSTOCKIlustrasi kecelakaan mobil.
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com- Satlantas Polresta Kota Solo melakukan update data terkait kawasan yang masuk sebagai daerah rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Setidaknya ada dua ruas jalan utama yang termasuk paling rawan, yakni di Jalan A. Yani dan juga di Jalan Adi Sucipto.

Untuk itu, bagi para pengendara kendaraan yang melintas di kawasan tersebut disarankan untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu yang sudah ada.

Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni menyampaikan, dari update data terbaru itu diketahui bahwa jalan A. Yani dan Adi Sucipto menjadi yang paling rawan.

“Setelah kami melakukan update data ruas jalan yang masuk daerah rawan kecelakaan seperti yang ada di A. Yani mulai dari tugu Keris sampai dengan pertigaan kampus UTP,” kata Busroni kepada Kompas.com, Sabtu (7/3/2020).

Baca juga: Sepanjang 2019 Puluhan Mobil Nekat Parkir di Atas Rel Kereta di Solo

Selain itu, Busroni melanjutkan, kawasan rawan kecelakaan juga ada di Jalan Adi Sucipto tepatnya mulai dari tugu Makutha sampai dengan simpang Fave Hotel.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kereta api Bathara Kresna jurusan Purwosari-Wonogiri melintas di perlintasan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.Ari Purnomo Kereta api Bathara Kresna jurusan Purwosari-Wonogiri melintas di perlintasan di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Jawa Tengah.

“Di kawasan tersebut sering kali terjadi kecelakaan, sehingga masuk sebagai daerah rawan,” ucapnya.

Kemudian untuk ruas jalan lain, Busroni mengatakan, masih di bawah ruas jalan tersebut. Hanya saja, di sepanjang Jalan Slamet Riyadi diharapkan para pengguna jalan agar selalu waspada terhadap keberadaan perlintasan kereta api terutama pada pengendara sepeda motor.

Pasalnya, selama ini tidak sedikit pengendara motor yang menjadi korban kecelakaan tunggal karena terpeleset.

Hal ini disebabkan cara berkendara yang salah membuat banyak pengendara sepeda motor yang terpeleset dan jatuh saat hendak menyeberang di atas perlintasan kereta api itu.

Baca juga: Mobil Parkir di Atas Rel Kereta Langsung Diderek dan Denda Rp 250.000

“Kawasan Jalan Slamet Riyadi tidak termasuk daerah rawan kecelakaan, tetapi banyak pengendara yang terpeleset rel saat melintas,” ucapnya.

Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya tengah melancarkan aksinya, Selasa (23/7/2019).KOMPAS.com/VITORIO MANTALEAN Diryan (55) alias Kopral, penjaga perlintasan sebidang rel kereta api Proyek, Bekasi Timur yang kondang dengan gerakan silatnya tengah melancarkan aksinya, Selasa (23/7/2019).

Maka dari itu, Kasatlantas mengimbau kepada pengguna kendaraan roda dua agar lebih berhati-hati saat melintas di jalan tersebut.

Terutama saat hendak melintas di atasnya usahakan tidak langsung tegak lurus tetapi dengan memotongnya.

“Kalau menyeberang di perlintasan kereta di Slamet Riyadi ya tegak lurus, jangan miring langsung berbelok nanti bisa terpeleset,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X