Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jangan Asal Pasang Roof Box buat Mudik, Perhatikan Hal Ini

Kompas.com - 23/03/2025, 14:01 WIB
Gilang Satria,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Salah satu cara untuk menambah ruang bagasi saat mudik Lebaran adalah dengan menggunakan roof box yang dipasang di atap mobil.

Penggunaan boks tambahan di atap mobil ini lebih aman untuk meningkatkan kapasitas bagasi dibandingkan dengan menggunakan terpal yang diikat.

Baca juga: Mudik Lewat Tol Trans Sumatera, Berikut Rincian Informasi dan Tarif

Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC), Jusri Pulubuhu, mengatakan bahwa meski lebih praktis, pemasangan roof box bukan tanpa risiko karena dapat mengubah distribusi berat mobil dan menambah hambatan angin.

Akibatnya, pengemudi perlu lebih sabar saat mengemudi jika mobilnya menggunakan roof box.

"Hambatan yang ditimbulkan oleh penggunaan roof box cukup besar. Pada sedan yang rendah saja sudah terasa, apalagi pada mobil yang lebih tinggi seperti SUV dan MPV," ujar Jusri kepada Kompas.com, Sabtu (22/3/2025).

Untuk itu, kata Jusri, pemudik harus lebih bijak saat mengemudi. Jangan terburu-buru atau melakukan manuver mendadak karena koefisien drag (hambatan udara) berubah.

Baca juga: Berangkat Mudik Hari Ini, Waspada Masih Banyak Truk di Jalan

Kemudian menurut Jusri, mobil yang menggunakan roof box, terutama tipe tinggi, akan lebih mudah limbung saat menikung.

"Terutama saat menikung, mudah terjadi body roll. Jika terlalu parah, efek dari pemasangan roof box bisa menyebabkan mobil terbalik. Ditambah dengan tekanan angin, suspensi yang kurang optimal, dan faktor lainnya," ujar Jusri.

Untuk mengantisipasinya, Jusri menyarankan agar barang-barang di dalam roof box selalu terikat dengan baik.

Baca juga: 6 Cara Mudah Cari Rest Area Terdekat Lewat HP Saat Mudik Lebaran

"Meski menggunakan roof box, pastikan barang-barang di dalamnya terikat dengan baik. Benda keras harus terikat atau gunakan tali. Roof box yang baik biasanya dilengkapi dengan webbing. Jika tidak, pastikan di dalamnya ada partisi yang memisahkan barang-barang," kata Jusri.

"Pergerakan barang saat kecepatan tinggi dapat memengaruhi pusat berat kendaraan. Jika pusat berat berubah, mobil tinggi seperti SUV bisa terbalik, atau sedan bisa melintir," tambah Jusri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Berikan Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kapal Selam Wisata Tenggelam di Laut Merah, 6 Orang Tewas
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi Akun
Proteksi akunmu dari aktivitas yang tidak kamu lakukan.
199920002001200220032004200520062007200820092010
Data akan digunakan untuk tujuan verifikasi sesuai Kebijakan Data Pribadi KG Media.
Verifikasi Akun Berhasil
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau