Terapkan Tilang Elektronik, Polresta Solo Targetkan Zero Accident

Kompas.com - 07/03/2020, 14:50 WIB
Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPetugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).
Penulis Ari Purnomo
|

SOLO, KOMPAS.com -Salah satu tujuan menerapkan tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement ( ETLE), di Solo, Jawa Tengah, yaitu untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas.

Berkat adanya tilang elektronik diharapkan kesadaran para pengguna kendaraan terhadap rambu lalu lintas dan ketertiban berkendara di jalan raya semakin meningkat. Dengan begitu, angka kecelakaan juga bisa ditekan seminimal mungkin.

Mengingat, kecelakaan yang terjadi hampir dipastikan karena adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara kendaraan.

Sehingga jika pengguna kendaraan bisa semakin taat terhadap rambu yang ada otomatis kecelakaan juga bisa berkurang.

Baca juga: Polisi Mulai Tambah Kamera Tilang Elektronik di Jakarta

“Kalau target kami zero accident, meski sulit tetapi kami akan berusaha dengan kematangan ini salah satunya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi, yakni dengan ETLE,” kata Kasatlantas Polresta Solo, Kompol Busroni kepada Kompas.com, Jumat (6/3/2020).

Ilustrasi kecelakaanautoaccident.com Ilustrasi kecelakaan

Meski tidak menyebutkan data secara pasti, tetapi Busroni mengklaim jumlah korban jiwa yang disebabkan kecelakaan lalu lintas di Solo semakin berkurang bahkan hingga 50 persen.

“Untuk korban jiwa akibat kecelakaan sangat berkurang, jika biasanya rata-rata dalam sebulan ada empat sampai lima korban jiwa, sekarang rata-rata dua korban,” ucapnya.

Hanya saja untuk jumlah kecelakaan lalu lintas di Solo tercatat masih tinggi. Busroni mengatakan, tingginya angka kecelakaan itu bukan berarti terdiri dari kecelakaan yang fatal dan menyebabkan korban.

Melainkan, karena adanya beda cover untuk klaim asuransi korban kecelakaan. Jika kecelakaan berat biasanya dicover dari Jasa Raharja sedangkan untuk kecelakaan ringan oleh BPJS.

Baca juga: Polisi Uji Coba Tilang Elektronik untuk Pemotor di JLNT Casablanca

“Biasanya kalau kecelakaan kecil atau ringan itu kan dicover oleh BPJS, dan untuk klaim itu harus ada laporan dari kepolisian. Makanya jumlah kecelakaan masih tinggi, tetapi kualitas kecelakaan menurun,” ujarnya.

Ilustrasi kecelakaan mobil.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kecelakaan mobil.

Meski begitu, Busroni mengatakan, bahwa angka kecelakaan di Kota Solo masih dalam batas wajar dan tidak mengkhawatirkan. Menurut dia, polisi pun tetap berupaya untuk menekannya hingga seminimal mungkin.

“Kalau fatalitas itu tidak banyak, Solo kan kotanya kecil. Angka kecelakaan di Solo masih dalam batas wajar karena pengguna jalan kompleks zero accident tetap fokus,” kata Busroni.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X