Begini Langkah Evakuasi Mobil Matik yang Terendam Banjir

Kompas.com - 25/02/2020, 13:42 WIB
Luapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014) Kompas-Agus SusantoLuapan Kali Ciliwung memutus jalur kendaraan di Jalan KH Abdullah Syafiie, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (13/1/2014)

JAKARTA, KOMPAS.com – Hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Senin (24/2/2020), telah membuat sejumlah ruas jalan tergenang air. Tak sedikit mobil warga yang terendam banjir karena luapan air.

Pemilik mobil matik yang kendaraannya terendam banjir perlu cara khusus untuk mengevakuasi kendaraan.

Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, mengatakan, transmisi matik menggunakan sistem elektrikal yang bisa mengalami kerusakan apabila mobil terendam banjir.

Baca juga: Daftar Ruas Jalan Tol Jasa Marga yang Tergenang Air

 

Tuas transmisi otomatik.KompasOtomotif-Donny Apriliananda Tuas transmisi otomatik.

Pertolongan pertama yang salah dapat memperluas kerusakan yang dialami transmisi, oleh karena itu pemilik mobil harus perhatikan beberapa hal dan segera membawa mobil ke tempat yang aman.

“Bagi Anda yang belum sempat menyelamatkan mobil yang terendam banjir, tidak perlu panik. Saat mengevakuasi, usahakan langsung geser tuas transmisi ke posisi N menggunakan fitur shift lock,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Menurut Hermas, cara ini dilakukan agar mobil bisa ditarik dan tidak lagi terendam air. Sebab makin lama terendam, dikhawatirkan transmisi matik akan mengalami kerusakan yang seharusnya tidak terjadi.

Baca juga: Mobil Bensin Salah Isi Solar, Ini yang Terjadi

 

Sabtu (4/6/2016), mobil derek Dinas Perhubungan menderek mobil yang terendam banjirKompas.com/David Oliver Purba Sabtu (4/6/2016), mobil derek Dinas Perhubungan menderek mobil yang terendam banjir

“Kalau sudah menjauh dari lokasi banjir, jangan sekali-kali mencoba untuk menghidupkan mobil, terlebih jika mobil sudah cukup lama terendam banjir,” ucapnya.

Hal ini dilakukan untuk menghindari mobil terkena gejala water hammer, sebab dikhawatirkan air sudah masuk ke dalam ruang mesin.

“Lebih baik cabut aki bila masih terhubung, segera lepas kabel aki dari kutub untuk mencegah risiko hubungan arus pendek yang bisa merusak elektrikal transmisi,” kata Hermas.

Terakhir, gunakan jasa towing untuk membawa mobil ke bengkel atau panggil mekanik yang sudah dipercaya untuk menangani mobil matik Anda.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X