Kenali Kebiasaan Buruk Pengguna Mobil Diesel Manual

Kompas.com - 24/02/2020, 18:23 WIB
TIga mobil diesel yang dipersiapkan DSS Motorsport untuk mengikuti Diesel Race di Kejuaraan Nasional ?PERTAMINA Indonesia eXtreme Offroad Racing 2015. Sarana Media Nusantara (SMN) TIga mobil diesel yang dipersiapkan DSS Motorsport untuk mengikuti Diesel Race di Kejuaraan Nasional ?PERTAMINA Indonesia eXtreme Offroad Racing 2015.

JAKARTA, KOMPAS.com – Bagi sebagian orang, menggunakan mobil diesel adalah keharusan. Konsumsi solar yang irit serta tenaga yang besar, kerap jadi alasan utama. Namun, ada kebiasaan buruk para pengguna mobil diesel yang kerap dilakukan dan disepelekan.

Kebiasaan buruk ini biasanya dilakukan oleh pengguna mobil diesel dengan varian transmisi manual.

Karakter utama mesin diesel adalah torsi yang kuat pada putaran bawah mesin. Berbicara tentang torsi yang besar, banyak pengguna mobil diesel manual, ketika ingin berjalan dari posisi diam, bisa langsung menggunakan gigi kedua berbeda dengan mesin bensin.

Jadi analogi yang beredar, karena torsi mesin diesel yang besar, cukup dengan gigi dua ketika awal berjalan.

Theodorus Surya Jaya atau biasa dipanggil Teddy, pemilik bengkel Rev Engineering di Jakarta Barat, membenarkan kalau mobil diesel bisa menggunakan gigi dua ketika ingin bergerak dari posisi berhenti, namun harus pastikan mobilnya kuat.

Baca juga: Banyak Orang Kaya yang Beli Mobil dengan Kredit, tapi...

Isuzu Panther jadi salah satu mobil bekas paling dicari.GridOto.com Isuzu Panther jadi salah satu mobil bekas paling dicari.

“Kalau memang torsinya cukup pakai gigi dua, ya tidak apa-apa. Tapi tidak semua mobil diesel bisa seperti itu, selama tenaganya ngangkat, enggak apa-apa,” ucap Teddy kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Didi Ahadi, Technical Support Manager PT Toyota Astra Motor (TAM), torsi mesin diesel yang besar, membuat kendaraan bisa mulai jalan menggunakan gigi dua dikarenakan gigi satunya yang punya napas pendek.

“Karena torsinya yang besar, perbandingan giginya juga sudah disesuaikan. Memang gigi satu itu lebih pendek, sudah didesain untuk start awal,” kata Didi kepada Kompas.com, Senin (24/2/2020).

Baca juga: Tak Hanya Kecelakaan, Truk ODOL Juga Kuras Uang Negara

Namun Didi menyarankan agar tidak terlalu sering menggunakan gigi dua untuk mulai jalan. Hal tersebut bisa berdampak pada plat kopling yang lebih cepat aus.

Start dengan gigi dua akan lebih berat dibanding menggunakan gigi satu. Karena terlalu berat, bisa menyebabkan plat kopling terkikis oleh flywheel,” ujar Didi.

Didi menyarankan, ketika mengemudi mobil diesel manual, lebih baik menggunakan gigi dari awal, tidak melewati gig pertama. Hal tersebut dilakukan agar plat kopling bisa lebih awet.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X