Terminal Barang Bisa Kurangi Peredaran Truk ODOL di Kota Besar

Kompas.com - 24/02/2020, 14:32 WIB
Truk kontainer menabrak portal di bawah jembatan layang Grogol, Jakarta Barat, Senin (2/12/2019) siang Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat Truk kontainer menabrak portal di bawah jembatan layang Grogol, Jakarta Barat, Senin (2/12/2019) siang
|

JAKARTA, KOMPAS.comTruk ODOL (over dimension over load) memang banyak merugikan lingkungan sekitarnya. Tak hanya meningkatkan risiko kecelakaan, truk ODOL juga kerap merusak infrastruktur jalan raya.

Darmaningtyas, Ketua Institut Studi Transportasi (Instran), mengatakan, seringnya kejadian kecelakaan yang melibatkan truk ODOL merupakan salah satu sebab dari belum adanya terminal barang.

“Sehingga semua barang yang melayani kebutuhan warga, dari daerah harus langsung masuk kota,” ujarnya kepada Kompas.com beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tak Hanya Kecelakaan, Truk ODOL Juga Kuras Uang Negara

 

Menurutnya, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi peredaran truk ODOL adalah dengan membangun terminal angkutan barang.

Khususnya di luar wilayah kota besar, misalnya untuk di Jakarta, terminal angkutan barang cocok dibangun di sekitar Cikarang.

“Andaikan punya terminal barang, maka barang-barang yang datang dari luar daerah mestinya stop di terminal barang, lalu diangkut dengan kendaraan box yang jenis kendaraannya lebih kecil,” ucap Darmaningtyas.

Cara ini dipercaya akan mengurangi truk-truk di ruas jalan ibu kota, yang akan berdampak pada berkurangnya angka kecelakaan yang melibatkan truk.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X