Jangan Memilih Parfum Mobil Asal Wangi!

Kompas.com - 24/02/2020, 18:10 WIB
Ilustrasi parfum mobil di AC Ilustrasi parfum mobil di AC

JAKARTA, KOMPAS.com - Memiliki mobil dengan interior yang wangi atau harum tentunya akan menciptakan suasana nyaman pada setiap pengendara maupun penumpang. Tidak heran jika pengharum mobil menjadi salah satu pelengkap yang cukup penting bagi kendaraan.

Selain mampu menghindari berbagai bau tak sedap dari embusan udara dari sistem penyejuk ruangan atau air conditioner (AC), maupun paparan asap kendaraan dari luar. Selain itu, terkadang parfum mobil juga bisa berpengaruh terhadap perasaan si pengemudi, terutama wanita.

Baca juga: Tak Hanya Kecelakaan, Truk ODOL Juga Kuras Uang Negara

Namun ternyata tidak semua jenis parfum mobil bisa digunakan, sebaiknya para pemilik mobil memperhatikan hal ini agar tidak merusak komponen yang ada di dalam mobil, seperti AC.

Kelvin, Business Development Rotary Bintaro, menjelaskan, pemakaian parfum mobil berbentuk gel sangat tidak disarankan.

Parfum yang disediakan toko Aneka bermacam-macam dan cukup tahan lama.Ghulam Muhammad Nayazri/Otomania Parfum yang disediakan toko Aneka bermacam-macam dan cukup tahan lama.

“Beberapa tipe pengharum mobil yang berbentuk gel itu bisa membuat bagian evaporator bisa berlendir. Karena aromanya akan disedot oleh AC, dan hal tersebut akan membuat zat-zat kimia pada parfum akan mengendap. Itu sebabnya parfum model seperti gel itu di awal-awal memang wanginya segar, tetapi setelah hitungan minggu mulai asam ” ujar Kelvin kepada Kompas.com, Senin (24/02/2020)

Baca juga: Wacana Pembatasan Motor di Jalan Nasional Terus Dibahas

Tidak hanya itu saja, pengharum gel terbuat dari bahan silikon terbukti mempercepat proses penguningan di dalam kabin mobil, sehingga bisa memicu perubahan warna dalam kabin.

Selain itu pengharum berbentuk gel juga dapat menimbulkan kerak di bagian tertentu dan bisa memicu bau yang tidak sedap di dalam kabin.

Kelvin menyarankan, dari pada menggunakan parfum yang bisa menimbulkan efek buruk pada komponen mobil lainnya lebih baik melakukan treatment fogging secara rutin.

“Melakukan fogging secara rutin bisa menghilangkan bau tidak sedap pada kabin mobil sekaligus membunuh bakteri dan kuman dengan aman tanpa ada efek samping atau risiko apapun pada mobil,” ujar Kelvin.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X