Tilang Elektronik untuk Motor Bakal Diperluas, Termasuk di JLNT Casablanca

Kompas.com - 24/02/2020, 16:25 WIB
Kamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRAKamera pengawas atau closed circuit television (CCTV) terpasang di Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (23/1/2020). Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya akan menerapkan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk pengendara sepeda motor di sepanjang Jalan Sudirman - MH Thamrin dan jalur koridor 6 Trans-Jakarta Ragunan-Dukuh Atas mulai awal Februari 2020. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Guna menambah keamanan dan kenyamanan berlalu lintas, Ditlantas Polda Metro Jaya akan memperluas penggunaan tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement ( ETLE) khusus roda dua di wilayah DKI Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo menyatakan, setidaknya akan ada 45 tambahan kamera ETLE yang terpasang hingga Maret 2020.

"ETLE memang kita rencanakan bulan Maret akan ada penambahan 45 kamera. Jadi seluruhnya akan menjadi 57 kamera," katanya saat dihubungi belum lama ini.

Baca juga: Wacana Pembatasan Motor di Jalan Nasional Terus Dibahas

Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Petugas kepolisian dari direktorat lalu lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya menyosialisasikan penerapan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) untuk kendaraan roda dua atau motor di Simpang Sarinah, Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (3/2/2020). Untuk saat ini sistem ETLE untuk pengendara sepeda motor fokus pada penindakan tiga pelanggaran, yakni penggunaan helm, menerobos traffic light, dan melanggar marka jalan. Penerapan aturan tersebut telah resmi diberlakukan mulai Sabtu (1/2/2020).

Adapun wilayah yang akan terpasang, ia masih belum bisa mengatakannya secara pasti. Namun Jalan Layang Non-Tol (JLNT) Casablanca jadi salah satu titik yang dipertimbangkan.

Sebagaimana diketahui, saat ini sudah ada 12 kamera ETLE yang dipasang untuk sistem tilang elektronik motor. Kamera tersebut terpasang di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin serta jalur Transjakarta koridor 6.

Saat menambah menjadi 57 kamera di bulan depan nanti, pihak Ditlantas Polda Metro Jaya akan kembali melakukan sosialisasi.

"Sebelum yang 45 kamera itu kita adakan penindakan, tentu kita sosialisasikan kepada masyarakat. Sekaligus untuk uji coba kameranya," kata Sambodo.

Baca juga: Akali Lokasi Tilang Elektronik Pakai Waze, Begini Cara Pengaturannya

Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.RINDI NURIS VELAROSDELA Uji coba sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (ETLE) dengan penambahan empat fitur terbaru mulai diberlakukan pada Senin (1/7/2019) ini di 10 titik di ruas Jalan Jenderal Sudirman dan MH Thamrin.

Menurutnya, sejauh ini angka penurunan pelanggaran dari minggu pertama hingga kedua penerapan sistem penilangan motor dengan ETLE sudah terliat efektif.

"Sebelumnya, tiap satu minggu pelanggaran bisa mencapai 800 pengendara. Lalu pada minggu pertama diterapkan ETLE turun jadi 600 pelanggar, hingga di minggu ke dua turun jadi 267 pelanggar. Artinya masyarakat tahu bahwa ada ETLE. Cukup efektif," kata dia.

Terkait kasus pelanggaran yang dominan sejauh ini adalah pengemudi motor yang melanggar rambu lalu lintas, marka jalan, serta tidak menggunakan helm.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X