Kompas.com - 19/02/2020, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Sering kali pengemudi dihadapkan dengan lalu lintas yang padat, hal ini tentunya akan membuat stres pengemudi, apalagi saat kondisi sedang terburu-buru.

Supaya tetap tenang di jalan, banyak pengemudi yang memilih untuk mendengarkan musik, sehingga perhatian bisa teralihkan dan membantu pengemudi rileks menikmati momen.

Baca juga: Tanpa CKD, Peugeot Yakin Mampu Bersaing di Pasar Indonesia

Menurut dr Antonia Lukito SpJp, musik bisa merelaksasi seseorang untuk tetap tenang, termasuk pada saat mengemudi.

“Musik memang bisa merelaksasi diri seseorang dan menghindari emosi pengemudi mobil dari kemacetan dan salip menyalip di jalan,” ujar Antonia kepada Kompas.com di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Antonia menambahkan, emosi, kelelahan, dan aktivitas berat memang bisa menjadi pemicu terjadinya serangan jantung mendadak. Terlebih lagi, pengendara tersebut sudah menderita riwayat jantung sebelumnya.

Ilustrasi berkendara di bulan puasaAFP PHOTO/FAYEZ NURELDINE Ilustrasi berkendara di bulan puasa

Baca juga: Jelang Dua Pekan, 100 Unit Honda Civic Hatchback RS Terjual

Mendengarkan musik memang bisa membuat pengemudi lebih tenang. Detak jantung lebih bekerja dengan stabil, sehingga jauh dari pemicu penyakit kardiovaskular (jantung).

Sony Susmana selaku Training Director Safety Defensive Consultant juga mengatakan, mendengarkan musik memang bisa membuat pengemudi lebih rileks.

“Dengarkan musik yang menyejukkan hati agar bisa berkendara dengan rileks. Hindari provokasi dan saling serobot dengan pengemudi lain. Selain itu, untuk menghindari emosi karena kemacetan, pengemudi bisa mengatur jadwal dan waktu keberangkatan, cari rute yang tidak padat,” ujar Sony.

Namun, perlu diingat, volume tidak boleh terlalu keras. Demi keamanan ketika berkendara, seorang pengemudi harus tetap bisa mendengar bunyi klakson dan bunyi lain di sekitarnya.

Pastikan juga untuk tetap fokus berkendara. Jangan terlalu asyik mendengarkan musik, sehingga bisa membuat rambu-rambu di jalan terabaikan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.