Tanpa CKD, Peugeot Yakin Mampu Bersaing di Pasar Indonesia

Kompas.com - 19/02/2020, 10:42 WIB
Ilustrasi produk Peugeot KOMPAS.com/RulyIlustrasi produk Peugeot

SOLO, KOMPAS.com - Melakukan perakitan di dalam negeri atau completely knocked down (CKD), merupakan salah satu cara produsen kendaraan bermotor lebih kompetitif di suatu wilayah, termasuk Indonesia.

Pasalnya, melalui produksi dalam negeri atau lokalisasi, mampu memberikan efisiensi waktu, ongkos produksi, sampai beban pajak impor yang lebih ringan. Hitungan ini berimbas langsung pada banderol yang ditawarkan ke konsumen, ketimbang diimpor utuh alias completely built up (CBU) langsung dari negara asal.

Tetapi, untuk produsen bisa melakukan hal tersebut harus ada kesepakatan bersama antara distributor dengan prinsipal. Biasanya, hal ini berkaitan dengan skala ekonomi yang dicerminkan dalam performa penjualan.

Baca juga: Tantangan Peugeot di Luar Jabodetabek

Lantas, bagaimana cara pabrikan, khususnya PT Astra International Tbk - Peugeot Sales Operation ( Astra Peugeot) untuk bisa bertanding di pasar Indonesia tanpa pabrik perakitan?

Peugeot Peugeot

"Agar bisa kompetitif (pricing atau penetapan harga jual kendaraan) salah satunya memang melakukan CKD. Saat ini, strategi kita yang pertama adalah meningkatkan brand value dengan cara menegaskan bahwa kita berada di bawah payung Astra," kata Fadjar Tjendekia, Finance & Marketing Department Head Astra Peugeot di Solo, Jawa Tengah, Senin (17/2/2020).

Kemudian, lanjut dia, ialah dengan menghadirkan jajaran produk yang lengkap di pasar. Jadi, pilihan konsumen akan beragam dan pada akhirnya, bisa menambah jangkauan pasar itu sendiri.

Peugeot e-2008 KOMPAS.com/Gilang Peugeot e-2008

"Tiap tahun kita akan keluarkan produk baru agar semakin dikenal, selain membuat line up model kita lebih lengkap. Tidak hanya SUV (sport utility vehicle), tapi juga ada sedan, hatchback, dan sebagainya," ujar dia.

Sebagaimana diketahui, saat ini Astra Peugeot baru memiliki 2 varian yang dijual resmi yaitu Peugeot 3008 dan 5008. Mobil berstatus CBU (completely built up) atau diimpor secara utuh dari Malaysia dan Perancis.

"Pasar Indonesia itu besar khususnya di Asia Tenggara, selain Thailand. Jika pasarnya (untuk Peugeot) terus bertambah, kita akan cari produk yang kompetitif di sini," kata Fadjar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X